Hukum Mengunjungi Pameran Peninggalan Rasul

Hukum Mengunjungi Pameran Peninggalan Rasul

Hukum Mengunjungi Pameran Peninggalan Rasul

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Ustadz beserta keluarga dan seluruh umat muslim selalu senantiasa dalam hidayah dan rahmat Allah. Aamiin yaa Robbal alamiin.

Bolehkah kita mengunjungi pameran artefak peninggalan Rasulullah?

Apakah Ustadz mengetahui informasi benda-benda itu betul milik Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam atau tidak?

Jazaakumullahu khairan wa barakallahu fiikum

(Disampaikan oleh Sahabat BiAS)


Jawaban :

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Bismillaah
Alhamdulillah wash shalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah wa’ala aalihi wa ash-haabihi waman tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumiddin, amma ba’du.

Pada masa ini orang hanya mengaku-ngaku saja bahwa benda-benda tersebut adalah milik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Apalagi mereka yang mengaku-ngaku ini tidak memiliki sanad yang jelas, bahwa benda-benda tersebut adalah milik Rasulullah shallallahu ‘alahihi wasallam.

Apalagi syaikh Al-Albani pernah mengatakan :

ونحن نعلم أن آثاره صلى الله عليه وسلم من ثياب أو شعر أو فضلات قد فقدت ، وليس بإمكان أحد إثبات وجود شيء منها على وجه القطع واليقين

Dan kami tahu, bahwa benda-benda peninggalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, baik itu pakaian, rambut atau yang lainnya telah hilang.

Dan tidak mungkin ada seorang pun pada zaman ini bisa meyakinkan kami (ahli hadits dan para ulama) bahwa ada barang-barang peninggalan. Dan tidak akan ada yang bisa memastikannya.
(At-Tawassul Anwa’uhu wa Ahkaamuhu)

Sehingga jika anda datang ke sana untuk melihat, maka pastikan dalam diri bahwa apa yang anda lihat itu adalah sesuatu yang tidak mungkin berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Apalagi jika anda telah membaca Syamail Nabawiyyah, kok ternyata apa yang ada tidak sesuai dengan hadits-hadits, maka lebih bisa dipastikan lagi, bahwa barang-barang itu palsu, dan hanya tersisa klaim tanpa bukti yang nyata.

Sehingga jika anda tidak datang untuk melihat, maka itu lebih baik.

Wallahu A’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc, حفظه الله تعالى
📆 Selasa, 30 Jumadil Akhir 1440 H / 5 Februari 2019 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS