hotMuamalah

Hukum Menerima Beasiswa Bidikmisi

Hukum Menerima Beasiswa Bidikmisi

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: Hukum Menerima Beasiswa Bidikmisi. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Ustadz dan seluruh kaum muslimin senantiasa diberi kesehatan. Saya seorang mahasiswa yang menerima/lulus beasiswa Bidikmisi, Bagaimana hukumnya menerima beasiswa tersebut, apakah halal Ustadz? Syukron.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Sosmed)


Jawaban:

Wa `alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuhu.

Sumber Dana Beasiswa Bidikmisi

Dana bantuan beasiswa Bidikmisi dari pemerintah memiliki dua kemungkinan, bisa saja itu dari sumber yang halal seperti misalnya itu adalah hasil laba/untung dari lembaga-lembaga BUMN yang bergerak di bidang yang mubah, atau ada kemungkinan bahwa beasiswa tersebut adalah diambilkan dari hasil riba, atau pajak minuman keras, rokok dan semisalnya.

1. Jika sumber dana beasiswa adalah dari hasil usaha yang mubah dan diperbolehkan syariat, jelas yang demikian boleh dan halal untuk menerimanya.

2. Namun jika dana pemerintah tersebut berasal dari harta yang haram, seperti hasil riba dan semisalnya, maka para ulama berbeda pendapat perihal hukum menerima hibah, hadiah, atau pemberian dari harta yang cara mendapatkannya dari hal yang haram.

Bolehkan Menerima Beasiswa dari Sumber Dana Haram?

Sebagian ulama berpendapat itu tidak diperkenankan, tetap haram bagi pihak yang menghasilkannya, juga haram bagi pihak yang diberikan dana tersebut.

Sekelompok ulama yang lain berpendapat boleh menerimanya, dengan alasan bahwa harta tersebut hanyalah haram bagi pihak yang menghasilkannya dengan cara haram, adapun jika berpindah pada pihak lain dengan cara yang mubah seperti hibah, hadiah dan semisalnya, maka barang tersebut berubah status hukumnya, ada kaidah fiqih yang menyatakan:

تبدل سبب الملك قائم مقام تبدل الذات

Berubahnya sebab kepemilikan suatu barang akan mengubah status hukum barang tersebut”.

Pendapat kedua ini juga dikuatkan dengan atsar/perkataan sahabat Ibnu Mas`ud radiyallahu anhu, Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan:

وروي في ذلك آثارٌ عن السَّلف، فصحَّ عن ابن مسعود أنَّه سُئِلَ عمَّن له جارٌ يأكلُ الرِّبا علانيةً ولا يتحرَّجُ من مالٍ خبيثٍ يأخُذُه يدعوه إلى طعامه، قال: أجيبوهُ، فإنَّما المَهْنأُ لكم والوِزْرُ عليه

وفي رواية أنَّه قال: لا أعلمُ له شيئاً إلاّ خبيثاً أو حراماً، فقال: أجيبوه

“Diriwayatkan dalam masalah ini beberapa atsar kaum salaf, telah valid/shahih atsar dari Ibnu Masud bahwa beliau ditanya perihal seorang yang memiliki tetangga yang memakan harta riba secara terang-terangan, dan dia juga tidak merasa canggung dengan harta haram yang ia ambil, nah orang ini mengundang si penanya untuk dijamu, maka Ibnu Mas`ud menjawab: Penuhilah undangannya, sesungguhnya kesenangan untuk kamu, dan dosanya untuk dia.

Dalam riwayat lain dikatakan: Tak ada yang ku tahu dari hartanya melainkan kotor dan haram, Ibnu Mas`ud menjawab: Penuhilah undangannya”. (Jami al-Ulum wa al-Hikam juz:1 hal:209-210).

Kesimpulan: Boleh Menerima Beasiswa Bidikmisi

Dari keterangan di atas maka kita simpulkan jika sumber beasiswa bidik misi adalah halal, tentu halal pula bagi Anda menerimanya tanpa keraguan, namun jika sumber dananya dari harta yang haram cara menghasilkannya, statusnya pun masih tetap boleh untuk Anda menerimanya, namun jika Anda ingin berhati hati dan bersikap wara’, silakan Anda mencari beasiswa yang lebih jelas kehalalannya. Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله

Selasa, 12 Rabiul Awal 1443 H/ 19 Oktober 2021 M



Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik disini

Baca Juga :  Bolehkah Jual Pil KB (Kontrasepsi) di Apotek Umum?

Ustadz Setiawan Tugiyono, Lc., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button