page hit counter

Hukum Mempertebal Alis dan Bulu Mata dengan Serum

Hukum Mempertebal Alis dan Bulu Mata dengan Serum

HUKUM MEMPERTEBAL ALIS DAN BULU MATA DENGAN SERUM

Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz hafidzakallahu Ta’ala,
bagaimana hukum memakai serum penebal alis dan bulu mata? Apakah sama hukumnya dengan mencukur alis?

Jazaakallaahu khoiron wa baarakallahu fiik.

( Dari Maryam Urwah, Admin BiAS T07)

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Patokan di dalam masalah merubah ciptaan Allah yang terlarang adalah jika perubahan terhadap ciptaan Allah ini dilakukan dalam rangka mempercantik dan memperbagus. Bukan dalam rangka mengobati

Adapun jika merubah ciptaan Allah dilakukan dengan tujuan mengobati , maka ini diperbolehkan. Seperti operasi bibir sumbing, atau merubah bentuk gigi yang terlalu menonjol dan jika tidak dirubah, maka akan mengganggu performa mulut, atau sangat mengganggu pemilik gigi. Perubahan seperti ini diperbolehkan .

Namun jika bentuk bibir dan mulut sudah normal sebagaimana manusia biasa, tapi ia “diubah agar terlihat lebih cantik, lebih menarik , maka ini masuk ke dalam katagori yang dilarang . Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُوتَشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat wanita-wanita yang membuat tato, meminta ditato, mencabuti alis dan memperbaiki susunan giginya untuk mempercantik diri, yang telah merubah ciptaan Allah.” (HR Muslim : 2125).

Imam Ibnu Utsaimin menyatakan :

التجميل نوعان : تجميل لإزالة العيب الناتج عن حادث أو غيره ، وهذا لا بأس به ولا حرج فيه ؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم أذن لرجل قطعت أنفه في الحرب أن يتخذ أنفا من ذهب. والنوع الثاني : هو التجميل الزائد ، وهو ليس من أجل إزالة العيب ، بل لزيادة الحسن ، وهو محرم لا يجوز ؛ لأن الرسول صلى الله عليه وسلم لعن النامصة والمتنمصة والواشمة والمستوشمة والواصلة والمستوصلة ؛ لما في ذلك من إحداث التجميل الكمالي ، وليس لإزالة العيب

“Berhias itu ada dua jenis ; pertama berhias dalam rangka menghilangkan aib yang muncul karena sebab kecelakaan atau sebab lain. Maka ini tidak mengapa karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengijinkan lelaki yang hidungnya terpotong ketika perang untuk memakai hidung palsu dari emas.

Jenis berhias kedua berhias yang berlebih dilakukan bukan dalam rangka menghilangkan aib akan tetapi untuk mempercantik/mempertampan.

Yang seperti ini haram dan tidak boleh dilakukan karena Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menghilangkan bulu di wajah dan meminta untuk dihilangkan, wanita yang mentato dan yang minta ditato, wanita yang menyambung rambut dan minta disambung rambutnya.

Karena di dalamnya terdapat unsur berhias seara total dan bukan dalam rangka untuk menghilangkan aib/luka.”
(Fatawa Ulama Baladil Haram : 757).

Berdasarkan hal di atas, maka mengobati alis agar ia tumbuh semakin lebat dan agar terlihat cantik adalah masuk jenis kedua yang dilarang.

Wallohu A’lam
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad al Bayati حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

Tanya Jawab
Grup WA Admin Akhwat Bimbingan Islam
Jum’at, 18 Syaban 1439H / 04 Mei 2018M



Ustadz Abul Aswad al Bayati, BA فظه الله
Beliau adalah Alumni Mediu, Dewan konsultasi Bimbingan Islam, dan da’i di kota Klaten.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad al Bayati, BA فظه الله  
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS