Hukum Membunuh Orang Lain Karena Ancaman

Hukum Membunuh Orang Lain Karena Ancaman

HUKUM MEMBUNUH ORANG LAIN KARENA ANCAMAN

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz, bagaimana hukum membunuh orang karena dipaksa? Kalau tidak patuh, maka kita yang akan dibunuh.

Jazakallah khoyron.

( Dari Rifky, Admin N06)

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Tidak boleh kita membunuh orang lain meskipun dipaksa dan diancam akan dibunuh. Karena Islam melarang menyelamatkan nyawa kita sendiri dengan cara membunuh orang lain.

Imam Abu Bakar Al-Jashash berkata :

وقالوا فيمن أكره على قتل رجل أو على الزنا بامرأة : لا يسعه الإقدام عليه ؛ لأن ذلك من حقوق الناس وهما متساويان في الحقوق , فلا يجوز إحياء نفسه بقتل غيره بغير استحقاق , وكذلك الزنا بالمرأة فيه انتهاك حرمتها بمعنى لا تبيحه الضرورة

“Para ulama menyatakan barangsiapa dipaksa untuk membunuh orang lain, atau menzinahi wanita, maka ia tidak boleh melakukannya. Karena itu merupakan hak manusia, dan keduanya memiliki hak yang sama. Maka tidak boleh menghidupi diri dengan cara membunuh orang lain dengan tanpa alasan yang dibenarkan. Demikian pula menzinahi wanita di dalamnya ada perusakan terhadap martabat si wanita, maknanya kondisi darurat tidak membolehkannya.” (Ahkamul Qur’an : 3/285).

Bahkan Imam Ibnul ‘Arabi menghikayatkan adanya ijma’ tentang ketidak bolehan membunuh meskipun dipaksa.
Beliau menyatakan :

ولا خلاف بين الأمة أنه إذا أكره على القتل أنه لا يحل له أن يفدي نفسه بقتل غيره، ويلزمه الصبر على البلاء الذي نزل به

“Dan tidak ada perselisihan di kalangan para ulama bahwasanya jika seseorang dipaksa untuk membunuh, maka tidak halal bagi dia untuk menebus dirinya dengan cara membunuh orang lain. Dan ia harus bersabar atas bala’ yang menimpa dirinya.” (Ahkamul Qur’an : 5/207)

Hal serupa juga dikatakan oleh Imam Al-Qurthubi :

أجمع العلماء على أن من أكره على قتل غيره أنه لا يجوز له الإقدام على قتله ولا انتهاك حرمته بجَلدٍ أو غيره، ويصبر على البلاء الذي نزل به، ولا يحلّ له أن يفدي نفسه بغيره، ويسأل الله العافية في الدنيا والآخرة

“Para ulama sepakat atas orang yang dipaksa untuk membunuh orang lain ia tidak boleh melakukannya, tidak boleh pula menginjak kehormatannya dengan menderanya atau cara lain. Dan hendaknya ia bersabar atas bala’ yang menimpanya.

Serta tidak halal bagi dia untuk menebus dirinya dengan cara membunuh orang lain, hendaknya ia memohon kepada Allah keselamatan dunia dan akhirat.” (Tafsir Al-Qurthubi : 5/3799).

Wallohu A’lam,
wabillahit taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad al Bayati حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

Tanya Jawab
Grup WA Admin Ikhwan Bimbingan Islam
Ahad, 29 Rajab 1439H / 15 April 2018M

 



Ustadz Abul Aswad al Bayati, BA فظه الله
Beliau adalah Alumni Mediu, Dewan konsultasi Bimbingan Islam, dan da’i di kota Klaten.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad al Bayati, BA فظه الله
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS