KonsultasiUmum

Hukum Membunuh Nyamuk, Apakah Terlarang?

Hukum Membunuh Nyamuk, Apakah Terlarang?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki adab dan akhlak yang luhur berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum membunuh nyamuk, apakah terlarang?
Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz & keluarga.

Mohon bertanya, islam kan mengajarkan agar kita juga menyayangi makhluk Allah, yang mau saya tanyakan bagaimana hukumnya jika kita membunuh Nyamuk…?

(Disampaikan oleh Fulan, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Membunuh nyamuk dan hewan lainnya itu boleh jika mereka sudah mengganggu. Dan itu bukan sebagai bentuk melanggar ajaran untuk sayang terhadap makhluk Allah.

Baca Juga :  Tata Cara Menggantikan Imam yang Batal Saat Sujud atau Ruku

Batasan sayang itu tidak dikembalikan kepada perasaan manusia. Yang demikian karena perasaan manusia satu dengan yang lain itu berbeda-beda. Akan tetapi batasan sayang itu diukur dengan syariat. Selama syariat melarang maka kita berhenti. Dan saat syariat mengijinkan maka kita melaksanakan. Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz menyatakan di dalam fatwa beliau :

هذه الحشرات إذا حصل منها الأذى تقتل، لكن بغير النار من أنواع المبيدات؛ لقول النبي ﷺ: خمس من الدواب كلهن فواسق يقتلن في الحل والحرم: الغراب والحدأة والفأرة والعقرب والكلب العقور وجاء في الحديث الآخر الصحيح ذكر الحية وهذا الحديث الصحيح عن النبي ﷺ يدل على شرعية قتل هذه الأشياء المذكورة وما في معناها من المؤذيات كالنمل والصراصير والبعوض والذباب والسباع دفعًا لأذاها

“Hewan-hewan serangga ini apabila menimbulkan gangguan maka mereka boleh dibunuh. Akan tetapi tidak boleh menggunakan api, namun dengan beberapa jenis insektisida.

Berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Ada lima hewan yang termasuk binatang jahat, dia dibunuh di tanah halal maupun tanah haram. Yaitu gagak, elang, tikus, kalajengking, dan anjing gila.”
Dalam hadits shahih yang lain disebutkan ular.

Hadits shahih dari Nabi ini menunjukkan disyariatkanna membunuh hewan-hewan yang tersebut di atas dan hewan pengganggu yang semisal dengannya seperti semut, kecoak, nyamuk, lalat, dan juga binatang buas dalam rangka mengantisipasi gangguan darinya.”
(Fatawa Syaikh Bin Baz no. 2020).

Semoga bermanfaat,
Wallahu ta’ala a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Jum’at, 26 Rabiul Akhir 1442 H/ 11 Desember 2020 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

Baca Juga :  Perayaan Tahun Baru Hijriah Kebiasaan Syi’ah?

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button