Hukum Membotaki Rambut Bagi Wanita yang Berketombe Banyak bimbingan islam
Hukum Membotaki Rambut Bagi Wanita yang Berketombe Banyak bimbingan islam

Hukum Membotaki Rambut Bagi Wanita yang Berketombe Banyak

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum membotaki rambut bagi wanita yang berketombe banyak
selamat membaca.


Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Allah ta’ala melindungi ustadz dan tim bimbingan Islam.

Ustadz kami mau bertanya, apakah boleh membotaki kepala atau rambut bagi wanita yang mempunyai ketombe banyak, bagaimana hukum hal itu?
Jazaakallahu khairan wa Barakallahu Fiikum..

(Disampaikan oleh Fulan, Sahabat Bimbingan Islam – BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Mencukur rambut sampai habis bagi wanita adalah perkara yang diperselisihkan oleh para ulama kita, sebagian menyatakan haram sebagian lagi menyatakan makruh saja tidak sampai derajat haram.

Akan tetapi keharaman atau kemakruhan tersebut bisa hilang manakala ada kondisi darurat sepeti saat di kepala terdapat gangguan yang tidak bisa dihilangkan melainkan dengan mencukur habis. Imam Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta’ala menyatakan :

حلق الرأس للمرأة إذا كان لضرورة : فلا بأس
مثل : أن يكون في رأسها جروح ، لا تتمكن من مداواتها إلا بحلق رأسها : فهذا لا بأس به
وأما بدون ضرورة : فإن أهل العلم يقولون : إنه حرام أن تحلق رأسها ؛ لأن ذلك من التشبه بالرجال وقد لعن النبي صلى الله عليه وسلم المتشبهات من النساء بالرجال

“Cukur gundul bagi wanita jika dilakukan dalam kondisi darurat maka tidak mengapa. Seperti ada luka di kepala yang tidak memungkinkan untuk diobati melainka dengan mencukur gundul.
Adapun jika tanpa ada kondisi darurat maka para ahli ilmu menyatakan haram hukumnya wanita dicukur gundul karena hal tersebut termasuk menyerupai lelaki dan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para wanita yang menyerupai kaum lelaki.”
(Fatawa Nurun Alad Darb : 10/13).

Imam Al-Buhuti menyatakan :

ويكره حلق رأسها وقصه من غير عذر، لما روى الخلال بإسناده عن قتادة عن عكرمة قال: نهى النبي صلى الله عليه وسلم أن تحلق المرأة رأسها) فإن كان ثَمَّ عذر كقروح لم يكره، ويحرم حلقها رأسها لمصيبة، كلطم خد وشق ثوب

“Makruh hukumnya wanita menggundul kepalanya atau mencukurnya dengan tanpa ada udzur berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Al-Khalal dengan sanad sampai kepada Qatadah dari Ikrimah ia berkata Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang wanita dari bercukur gundul.
Jika di sana ada udzur seperti luka maka tidak makruh lagi. Dan haram hukumnya wanita bercukur gundul karena mendapat musibah sama hukumnya dengan menampar pipi serta merobek-robek pakaian (saat terkena musibah-pent).”
(Kasyful Qana : 1/78).

Semoga bermanfaat,
Wallahu ta’ala a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Jum’at, 28 Shafar 1442 H/ 16 Oktober 2020 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini