Umum

Hukum Memberi Batu Bata Di Sekeliling Kuburan

Mahad Bimbingan Islam (BIAS) belajar Islam terstruktur

Hukum Memberi Batu Bata Di Sekeliling Kuburan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan mengenai hukum memberi batu bata di sekeliling kuburan. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Hukum memberi bata di sekeliling kuburan, dan apa ada efeknya kepada si mayit bila di sekeliling kuburannya di kasih bata, apakah si mayit akan tersiksa karena hal itu? Ataukah syariat dosa hanya untuk yang memberi bata?

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Para ulama sepakat tentang larangan berlebihan dalam kuburan, sebagaimana riwayat dari sahabat Jundab, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ إِنِّى أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ

Ingatlah bahwa orang sebelum kalian, mereka telah menjadikan kubur nabi dan orang sholeh mereka sebagai masjid. Ingatlah, janganlah jadikan kubur menjadi masjid. Sungguh aku benar-benar melarang dari yang demikian” (HR. Muslim no. 532).

Daftar Grup WA Bimbingan Islam Gratis

Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha juga mengisahkan pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang gereja yang pernah ia lihat di negeri Habasyah yang disebut Mariyah.

Ia menceritakan pada beliau apa yang ia lihat yang di dalamnya terdapat berbagai macam gambar. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُولَئِكَ قَوْمٌ إِذَا مَاتَ فِيهِمُ الْعَبْدُ الصَّالِحُ – أَوِ الرَّجُلُ الصَّالِحُ – بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا ، وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّوَرَ ، أُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ

Mereka adalah kaum yang jika hamba atau orang sholeh meninggal di perkampungan mereka, maka mereka membangun masjid di atas kuburnya. Lantas mereka membuat gambar-gambar (orang shaleh) tersebut. Mereka inilah sejelek makhluk di sisi Allah” (HR. Bukhari no. 434).

Perihal Memberi Batu-Batu di Sekeliling Kuburan

Memberi bata atau batu di sekeliling kuburan sebagai tanda bahwa di sana ada kuburan adalah boleh, dengan catatan batu bata tadi tidak ditinggikan atau di semen menjadi bangunan.

Sesungguhnya tuntunan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah ini adalah agar kuburan itu tidak ditinggikan melebihi satu jengkal, karena Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan sahabatnya untuk merobohkan kuburan yang dibangun tinggi, sebagaimana dalam sebuah hadist:

ألا أبعثك على ما بعثني رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا تدع تمثالا إلا طمسته، ولا قبراً مشرفاً إلا سويته”. عَنْ أَبِى الْهَيَّاجِ الأَسَدِىِّ قَالَ قَالَ لِى عَلِىُّ بْنُ أَبِى طَالِبٍ أَلاَّ أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِى عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمأَنْ لاَ تَدَعَ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ

Dari Abul Hayyaj Al Asadi, ia berkata, “‘Ali bin Abi Tholib berkata kepadaku, “Sungguh aku mengutusmu dengan sesuatu yang Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah mengutusku dengan perintah tersebut. Yaitu jangan engkau biarkan patung (gambar) melainkan engkau musnahkan dan jangan biarkan kubur tinggi dari tanah melainkan engkau ratakan.” (HR. Muslim no. 969).

Berkata al-Hafidz al-Hakami dalam kitab Sullamu al-Wushul:

Khusus perempuan, apakah kamu tahu Akademi Shalihah (AISHAH) Online?

بل قد نهى عن ارتفاع القبر وأن يزاد فيه فوق الشبر

وكل قبر مشرف فقد أمـر بأن يُسوى هكذا صح الخبر

“Justru Nabi sallallahu alaihi wa sallam telah melarang untuk meninggikan kuburan, atau ditambah melebihi satu jengkal, dan setiap kuburan yang tinggi maka telah diperintahkan untuk disamakan/diratakan, beginilah yang ada dalam hadist yang shahih”.

Atas penjelasan ini, selagi tinggi batu-bata yang di sekeliling kuburan tidak melebihi satu jengkal, perkaranya masih terhitung ringan.

Syaikh Musthofa Al Bugho -pakar Syafi’i di abad ini- mengatakan, “Boleh kubur dinaikkan sedikit satu jengkal supaya membedakan dengan tanah, sehingga lebih dihormati dan mudah diziarahi.” (At Tadzhib, hal. 95).

Adapun persoalan apakah mayit akan disiksa karena batu-bata di sekeliling kuburannya?

Maka hal ini adalah perkara ghaib yang membutuhkan wahyu petunjuk, dan setiap manusia akan dimintai pertanggung jawabannya atas apa yang ia kerjakan dan usahakan di dunia ini.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag.
حفظه الله
Kamis, 6 Muharram 1443 H/ 4 Agustus 2022 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik di sini

Baca Juga:  Semua Karena Allah
Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button