FiqihKonsultasi

Hukum Membaca Al Fatihah Bagi Makmum

Pendaftaran Mahad Bimbingan Islam

Hukum Membaca Al Fatihah Bagi Makmum

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Hukum Membaca Al Fatihah Bagi Makmum, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bahwa terdapat khilaf di antara ulama mengenai hukum membaca Al-Fatihan pada shalat yang jahr. Bagaimana menyikapi perbedaan pendapat ini karena di satu sisi Al-Fatihah adalah rukun apabila tidak dibaca bisa membatalkan sholat. Dan bagaimana apabila bacaan Al Fatihah makmum (baik jahr maupun sirr) tidak sempat selesai dikarenakan imam sudah takbir untuk ruku’?

جزاك اللهُ خيراً

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Dalam pendapat beragama ada beberapa perbedaan. Hal ini berdasarkan banyak faktor, diantaranya adalah belum sampainya dalil, beda kaidah dalam memahami dan sebagainya. Dalam masalah fiqih banyak perbedaan pendapat, tetapi biasanya ranahnya masih pada silang pendapat yang diperbolehkan dan tidak bertetangan atau istilahnya adalah ikhtilaf saaigh.

Dalam menyikapi ini tentunya ada tuntunannya, dan yang paling penting adalah menjaga adab, saling menghormati pendapat, tidak mencaci atau menjatuhkan dan yang paling penting adalah berlapang dada dan dan toleransi.

Adapun saling debat ilmiah dengan mengemukakan dalil dan cara mengambil hukumnya maka ini adalah hal yang lumrah dan terjadi kepada para ulama, ini juga adalah contoh yang benar. Tidak ada istilah baper diantara mereka.

Baca Juga:  Bolehkah Uang Bunga Digunakan Untuk Membayar Admin Bank?

Maka kitapun sebagai orang awam harus seperti itu. Jangan terlalu kaku dan keras apalagi dalam ranah fikih ikhtilaf yang harus saling husnudzon dan toleransi. Dan ini bukan berarti kita lemah dalam beragama.

Seperti masalah yang ditanyakan, hukum membaca Al-Fatihah bagi makmum pada shalat jahar maka ada beberapa pendapat.

Syafi’iyah berpendapat bahwa makmum wajib membaca Al-Fatihah baik pada shalat sirr adapun shalat jahr ada 2 pendapat dan yang paling benar harus membaca juga.

Adapun Hanafiyah maka makmum tidak membaca baik pada shalat sir atau jahr.

Malikiyah berpendapat disunnahkan bagi makmum baca Al-Fatihah dalam shalat sirr dan baiknya tidak baca pada shalat jahr dan mendengarkan imam saja.

Hanabilah berpendapat membaca pada shalat sirr jika mampu, bisa baca sebelum imam. Akan tetapi jika bertabrakan dengan bacaan imam maka baiknya tidak membaca juga.

Maka inilah pendapat dalam masalah ini, artinya jika seorang tidak membaca Al-Fatihah maka tidak mengapa karena bacaan imam adalah bacaan bagi makmum juga. Dan shalat makmum adalah sah.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Fauzan Azhiima, Lc. حافظه الله

Related Articles

Back to top button