hukum-memanggil-orang-dengan-isyarat

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, ana ingin bertanya:

Bagaimana hukum memanggil orang dengan isyarat? Contohnya seperti bersiul, tepuk tangan, dan lain sebagainya.

Syukron, Ustadz.
Jazaakallaahu khoiron.

(Fulan, Admin BiAS N01)

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Memanggil adalah urusan dunia, sedang urusan dunia itu hukum aslinya semua halal sampai ada dalil yang melarang.

Hingga saat ini kami belum menemui adanya dalil larangan memanggil orang dengan isyarat.

Adapun memanggil dengan siulan atau tepukan tangan, maka ada dalil yang berkaitan dengannya. Dan para ulama berselisih pendapat tentang hukum tepuk tangan dan siulan.

Allah ta’ala berfirman :

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

“Tidaklah shalat (ibadah) mereka (kaum musyrik) di sekitar Baitullah itu, kecuali hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. (QS Al Anfal 35).

Pendapat yang benar tepuk tangan dan siulan yang haram itu adalah yang dimaksudkan untuk beribadah, adapun jika tidak dimaksudkan untuk beribadah maka makruh hukumnya. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ibnu Utsaimin, beliau berkata :

التصفيق في الحفلات ليس من عادة السلف الصالح ، وإنما كانوا إذا أعجبهم شيء سبحوا أحيانا ، أو كبروا أحيانا ، لكنهم لا يكبرون تكبيرا جماعيا ، ولا يسبحون تسبيحا جماعيا ، بل كل واحد يكبر لنفسه ، أو يسبح لنفسه ، بدون أن يكون هناك رفع صوت ، بحيث يسمعه من بقربه ، فالأولى الكف عن هذا أي التصفيق ، ولكننا لا نقول بأنه حرام لأنه قد شاع بين المسلمين اليوم ، والناس لا يتخذونه عبادة ، ولهذا لا يصح الاستدلال علي تحريمه بقوله تعالي عن المشركين : (وما كانت صلاتهم عند البيت إلا مكاء وتصدية) فإن المشركين يتخذون التصفيق عند البيت عبادة ، وهؤلاء الذين يصفقون عند سماع ما يعجبهم أو رؤية ما يعجبهم لا يريدون بذلك العبادة .
وخلاصة القول أن ترك هذا التصفيق أولى وأحسن ولكنه ليس بحرام

“Tepuk tangan dalam pesta bukan kebiasaan salafush shalih, mereke jika merasa takjub mengucapkan tasbih, atau terkadang bertakbir tapi mereka tidak bertakbir jamaah. Masing-masing bertakbir dan bertasbih sendiri-sendiri, dengan tanpa mengeluarkan suara yang bisa didengar oleh orang lain.

Yang lebih utama menahan diri dari tepuk tangan ini, tapi kita tidak mengatakan ini haram, karena tepuk tangan ini sudah menyebar di kalangan kaum muslimin hari ini dan mereka tidak menjadikannya ibadah.

Maka dari itu tidak tepat cara pendalilan yang menyatakan haramnya tepuk tangan dengan firman Allah ta’ala ;
“Tidaklah shalat (ibadah) mereka (kaum musyrik) di sekitar Baitullah itu, kecuali hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. (QS Al Anfal 35).

Karena orang-orang musyrik menjadikan tepuk tangan di sisi ka’bah sebagai ibadah. Sedang orang-orang yang bertepuk tangan ketika kagum mendengar atau melihat sesuatu tidak bermaksud untuk beribadah. Kesimpulannya, bahwa meninggalkan tepuk tangan adalah lebih utama dan lebih baik, tetapi dia tidaklah haram.

(Sumber : Fatawa Nur ‘Ala Ad-Darbi : 24/2).

Walhasil memanggil dengan isyarat diperbolehkan sedang memanggil dengan tepuk tangan atau siul lebih baik dihindari meski tidak sampai haram karena tidak dimaksudkan untuk ibadah.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

Rabu, 22 Rabi’ul Awwal 1438 H/ 21 Desember 2016 M