Hukum Memanfaatkan Sawah Gadaian

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum memanfaatkan sawah gadaian.

selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Afwan izin bertanya,

Orang tua saya dari dulu memakai sawah gadaian dan gonta-ganti pemiliknya, mulai dari sawah si A. Jika oleh si A ditebus, kemudian menggadai dari si B. Jika si B menebus, ganti lagi ke si c dan sudah beberapa kali panen, Ustadz. Saya sudah menasehati bahwa itu riba, tapi orang tua tetap memakainya.

Jika di kemudian hari orang tua saya dapat hidayah untuk meninggalkan riba (aamiin), bagaimana cara mengembalikan uang riba tersebut ustadz? Apakah hasil dari sawah si A,si B, dan si C harus dikembalikan semua? Karena uangnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, dan apakah makan/minum/jajan dari orang tua halal?

Baca Juga:  Suami Sering Didekati Wanita Lain, Bagaimana Istri Menasehati?

Jazakallah khairan, barakallah fiikum.

(Disampaikan oleh sahabat BiAS).


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Dari yang kami pahami dari pertanyaan tersebut, ayah anda meminjamkan sejumlah uang kepada pemilik sawah dengan menjadikan sawahnya sebagai barang gadai atau jaminan.

Keuntungan yang Didapat Merupakan Riba

Jika memang demikian, berarti keuntungan yang didapat oleh ayah anda merupakan riba. karena para ulama telah menyepakati sebuah kaidah,

كل قرض جر نفعا فهو الربا

“Setiap pinjaman yang mendatangkan keuntungan bagi kreditur (orang yang meminjamkan) adalah riba.”

Haram Atas Pelakunya, dan Halal Bagi yang Mendapatkan Dengan Cara yang Mubah

Syaikh ‘utsaimin –seorang ulama besar saudi arabiarahimahullah memberikan sebuah kaidah bahwa,

Baca Juga:  Bagaimana Jika Lupa Membaca Doa Keluar Rumah?

“harta riba haram atas pelakunya, dan halal bagi orang yang mendapatkan harta tersebut dengan cara yang mubah.”

Contoh: anak yang mendapatkan nafkah dari harta riba, maka dia boleh memanfaatkan harta tersebut, karena dia mendapatkan harta tersebut dengan cara nafkah. Namun, dia harus tetap membenci dan wajib selalu menasehati orang tuanya agar berhenti dari perbuatan tersebut, mengingat besarnya dosa riba.

Jika, ayah anda bertaubat kepada Allah -semoga Allah menyegerakan hidayah untuknya-, maka kewajibannya adalah bertaubat dan membuang harta riba yang tersisa dengan memberikannya kepada fakir miskin atau kemaslahatan umum, adapun jika harta riba tersebut telah habis, maka para ulama mengatakan kewajibannya tinggal bertaubat kepada Allah dari dosa riba tersebut dan memperbanyak amal shalih.

Baca Juga:  Mendoakan Supaya Jodoh Dengan Laki-laki Sholeh

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Senin, 4 Jumadil Akhir 1442 H / 18 April 2021 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini