Hukum Memajang Foto

Hukum Memajang Foto

Pertanyaan :

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ana mau tanya apakah hukum memajang foto didinding? Mohon penjelasan dalil boleh atau tidak ! foto tersebut dipajang hanya untuk mengenang pernikahan dan melihat foto anak-anak. Jika tidak boleh apa yang harus kita lakukan dengan foto yang banyak ada di dinding rumah?

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

(Dari Dahniar Di Banda Aceh Anggota Grup WA Bimbingan Islam BIAS N02-05).

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبر كاته

Memajang foto makhluk hidup atau makhluk bernyawa (manusia dan hewan) di dinding terlarang hukumnya berdasarkan dalil yang sangat banyak sekali, diantaranya sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ

”Sesungguhnya para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang terdapat gambar di dalamnya” (HR. Bukhari : 3224 dan Muslim : 2106).

Dalam riwayat yang lain beliau bersabda :

إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُشَبِّهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ

“Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah mereka yang menyerupakan makhluk Allah.” (HR. Bukhari : 5954, Muslim : 2107).

Yang harus dilakukan adalah menghapus gambar-gambar/foto tersebut, baik dengan dibakar atau ditanam atau diburamkan mukanya, atau dipotong bagian tertentu yang mengakibatkan ia tidak lagi disebut sebagai makhluk hidup sebagaimana perintah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam :

أَنْ لاَ تَدَعْ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْرًا مُشْرَفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ

“Janganlah engkau membiarkan gambar melainkan engkau hapus dan tidak pula kubur yang ditinggikan kecuali engkau meratakannya.” (HR. Muslim : 969).

Namun demikian sebagian ulama memilih pendapat bahwa gambar yang dilarang ialah gambar yang dicetak, adapun jika tersimpan di dalam komputer atau hp yang ketika perangkat tersebut dimatikan maka otomatis gambarnya hilang maka tidak termasuk ke dalam larangan tersebut di atas. Diantara ulama yang berpendapat demikian ialah Syaikh Masyhur Hasan Ali Salman, demikian pula Syaikh Khalid Al-Musyaiqih beliau menyatakan :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:
الصور التي على الجوال أوفي أجهزة الحاسب ، أو ما يصور بالفيديو ، لا تأخذ حكم الصور الفوتوغرافية ، لعدم ثباتها ، وبقائها ، إلا أن تُخرج وتطبع ، وعليه فلا حرج في الاحتفاظ بها على الجوال ، ما لم تكن مشتملة على شيء محرم . والله أعلم

“Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan juga para sahabatnya. Setelah itu, Gambar foto yang ada di dalam HP atau di dalam komputer, atau file video, tidak terkena hukum fotography karena ia gambar yang tidak tetap/kokoh. Kecuali jika ia dikeluarkan dan dicetak. Atas dasar hal ini tidak mengapa menyimpan foto di dalam HP selama tidak mengandung unsur keharaman, wallahu a’lam”. (Fatawa Syaikh Khalid Al-Musyaiqih no. 27076). Wallahu a’lam.

Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Abul Aswad Al Bayati

CATEGORIES
Share This

COMMENTS