Hukum Makan Dan Minum di Majelis Ilmu

Hukum Makan Dan Minum di Majelis Ilmu

Hukum Makan Dan Minum di Majelis Ilmu

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mohon pencerahannya bagaimana kami menyikapi dan menanggapi fatwa seorang ustadz yang menyatakan bahwa hukum makan dan minum di dalam majelis ilmu adalah haram?

جَزَاكَ الله خَيْرًا

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS T07-G91


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ الله

Alhamdulillāhi rabbil ālamīn

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi waman tabi’ahum bi ihsānin Ilā yaumil Qiyāmah. Amma ba’du

Afwan Wajazākallāh  khairan katsiran atas pertanyaan dan do’a yang antum sampaikan, dan kita memohon kepada Allah taufiq-Nya,

Syaikh Shalih Al-Fauzan pernah ditanya :

أحسن الله إليكم صاحب الفضيلة ، هذه سائلة تقول : أنا امرأة أحضر الدروس في هذا المسجد وأحضر معي لعبا صغيرة لابني الصغير لألهيه بها ، هل هذا جائز ؟ وما رأيكم بمن يحضر القهوة والأكل في المسجد ؟

Semoga Allāh berbuat baik kepadamu wahai Syaikh, penanya ini berkata : “saya seorang wanita biasa hadir di pelajaran-pelajaran Anda di masjid ini, dan saya juga membawa mainan kecil untuk baby saya supaya dia bisa bermain, apakah ini diperbolehkan? Dan apa pendapat Anda terhadap orang yang datang membawa kopi atau makanan ke dalam masjid?”

Beliau menjawab :

أما احضار الأكل والقهوة في المسجد
القهوة لا بأس به، الشراب الذي ينشط الحاضرين، الشراب لا بأس به،

Tentang membawa makanan dan kopi ke masjid, untuk kopi tidak masalah, minuman yang membuat jamaah semangat (tidak mengapa), membawa minuman tidak masalah.

أما الأكل فلا داعي له ولا حاجة إليه إلا لإنسان غريب، إنسان غريب ليس له أهل فيجوز له احضار الطعال في المسجد وأن يأكل فيه أما الإنسان الذي له بيت، فهذا إذا ذهب إلى البيت يأكله ولا يحضر الطعام في المسجد

Adapun makanan, maka tidak perlu di bawa ke masjid, kecuali seorang yang gharib (baru safar), maka ia boleh membawa makanan ke masjid dan makan di sana. Adapun seorang yang memiliki rumah, maka ia pergi ke rumahnya untuk makan, dan tidak membawanya ke masjid.

أما الشارب فلا بأس به قهوة أو ماء أو غير ذلك لا بأس به

Adapun minuman maka tidak mengapa, baik itu kopi, air, atau yang selainnya, sekali lagi tidak mengapa.

وأما اللعب فإن كان على شكله صور فلا يجوز احضارهاولا يجوز تربية الطفل عليه لأن الصور محرم أما إن كانت من غير صور فلا بأس بذلك نعم

Adapun mainan anak, jika ada gambarnya (makhluk bernyawa) maka tidak boleh membawanya ke masjid, dan tidak boleh mendidik anak dengannya, karena gambar haram. Adapun jika tidak ada gambar (makhluk bernyawa) maka tidak mengapa.

Ditulis dari rekaman audio syaikh dengan link https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/11007

Kemudian untuk minum saya ingin sedikit bercerita :

Dahulu saat saya belajar di Jami’ah Islamiyah, terkadang beberapa dosen kami juga membawa minuman ke kelas, karena jika tidak minum akan membuat tenggorokan mereka kering.

Bahkan terkadang yang mereka bawa bukan hanya air putih, namun terkadang kopi atau teh.

Dan saat kami belajar di Masjid Nabawi, terkadang kami melihat Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili saat mengajar di sampingnya ada air putih dan beliau terkadang juga minum di tengah-tengah pelajarannya.

Namun, saat di kelas, saya juga pernah minum dan saat itu Syaikh yang mengajar menegur dengan sangat keras, sehingga saya merasa sangat bersalah dan takut juga.

Dan kesimpulan yang saya ambil dari apa yang saya alami adalah :

Minum saat pelajaran berlangsung, tanpa adanya hajat atau kebutuhan lebih baik dihindari, namun jika ada hajat, seperti tenggorokan kering, batuk-batuk, dan sebagainya maka boleh minum.

Saat pelajaran (ta’lim/dars) hendaknya kita berusaha fokus dengan apa yang disampaikan dan tidak disibukkan dengan makanan atau minuman yang kita bawa di majelis ilmu. Semoga bisa disikapi dengan bijak.

Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq

Dijawab dengan Ringkas oleh :
👤 Team Tanya Jawab Bimbingan Islam
📆 Selasa, 26 Rabi’ul Awwal 1440 H/ 4 Desember 2018M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS