Adab & Akhlak

Hukum Laki-Laki Menyimpan Foto Wanita Asing

Hukum Laki-Laki Menyimpan Foto Wanita Asing

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Hukum Laki-Laki Menyimpan Foto Wanita Asing. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin bertanya. Saya seorang laki-laki, apa hukumnya jika saya menyimpan foto wanita dan memasuki grup khusus wanita? Mohon penjelasannnya Habib/Ustadz, Syukron Habib/Ustadz.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Memperhatikan Amalan Hati

Islam sangat memperhatikan amalan hati agar amalan zahir yang tampak semakin berkualitas. Jika amalan hati rusak, maka amalan zahir juga ikut rusak pahalanya, meskipun kelihatan dari luar baik-baik saja tanpa kendala yang berarti. Padahal pahala amalan hati dan ganjarannya adalah jauh lebih besar dan agung dari sekadar praktik anggota tubuh. Dan syariat Islam menyuruh umatnya agar memperhatikan keduanya, utamanya amalan-amalan hati.

Hukum Syar`i Menyimpan Foto Wanita

Menyimpan foto wanita dan bahkan sampai memasuki grup khusus mereka adalah terlarang dan dihukumi sebagai sebuah keharaman bagi lelaki asing, begitu pun sebaliknya. Hal ini tidak ragu lagi, karena hanya akan menggalaukan hati, membuat perasaan seorang hamba meliuk-liuk tidak keruan, sehingga amalan ibadahnya kurang berkualitas bahkan bisa rusak, apatah lagi sampai berbuat dosa, misalkan ada lelaki mengkhayalkan berbuat fahisyah melalui perantara foto wanita tersebut. Maka untuk menutup pintu fitnah ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah berpesan dengan sabdanya;

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari, no. 5096 dan Muslim, no. 2740).

Dan perbuatan semacam ini dapat mengantarkan pelakunya kepada perbuatan zina, dosa besar yang hina, sedangkan Allah Ta’ala menyuruh para hambaNya agar tidak mendekatinya,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ

Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, ia pasti mendapatkannya tidak bisa tidak. Maka zina mata adalah dengan pandangan, zina lisan adalah dengan ucapan, sedangkan jiwa menginginkannya dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang membenarkan hal itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari, no. 6243 dan Muslim, no. 2657).

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Selasa, 12 Rabiul Awal 1443 H/ 19 Oktober 2021 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  2 Cara Ampuh Menilai Kualitas Beragama Seseorang

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button