Muamalah

Hukum Jual Beli Sistem Pre Order Dalam Islam

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Hukum Jual Beli Sistem Pre Order Dalam Islam

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang hukum jual beli sistem pre-order dalam Islam. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga ustadz beserta keluarga senantiasa dalam lindungan dan limpahan rahmat Allah Subhaanahu Wata’ala, aamiin.

Saya ingin bertanya mengenai apakah skema jual beli yang seperti ini dibolehkan dalam Islam:

  1. Saya membuat desain produk dan melakukan kerja sama dengan supplier pembuat produk (produk pre-order),
  2. kemudian saya mencari customer, dan customer langsung membayar kepada supplier,
  3. setelah itu dibuatkan barangnya,
  4. supplier langsung mengirim produk ke alamat customer tanpa melalui saya,
  5. kemudian saya diberi upah sesuai perjanjian dengan supplier atas penjualan tersebut.

Apakah jual beli seperti ini boleh ustadz? Mohon penjelasannya. Jazakallahu khairan.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

Yang kami pahami dari skema jual beli pre-order di atas bahwa Anda sedang menjual jasa kepada pihak suplier di mana Anda mendapatkan fee jasa dari apa yang Anda tawarkan, baik via suplier atau langsung ke konsumen.

Dengan jelasnya kerja sama dan tanggung jawab yang ada dan tidak adanya hal yang terlarang yang akan menyebabkan kerugian di berbagai pihak maka jual jasa di atas insyaallah diperbolehkan, karena adanya keridhoaan transaksi dan termasuk dari bagian jasa yang diperkenankan dalam syariat.

Sebagaimana firman Allah ta`aalaa,”

إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

Kecuali jual beli yang dilakukan dengan saling rela.” (QS. An-Nisa’:29)

Dan hadist berikut:

عن أبي سَعِيدٍ الْخُدْرِىَّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم– « إِنَّمَا الْبَيْعُ عَنْ تَرَاضٍ ».

Dari Abu Said Al-Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Yang namanya jual beli itu hanyalah jika didasari asas saling rela.” (HR. Ibnu Majah, no. 2269; dinilai sahih oleh Al-Albani)

أَلاَ لاَ تَظْلِمُوا أَلاَ لاَ تَظْلِمُوا أَلاَ لاَ تَظْلِمُوا إِنَّهُ لاَ يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ إِلاَّ بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ

Ingatlah, janganlah berbuat zalim. Ingatlah, janganlah berbuat zalim. Sesungguhnya, harta seorang muslim itu tidak halal untuk diambil kecuali dengan sepenuh kerelaan hatinya.” (HR. Ahmad, no. 21237; dinilai sahih oleh Al-Albani)

sabda nabi shallahu alaihi wasallam,”

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمأَىُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ قَالَ : عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, “Pekerjaan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua pekerjaan yang baik.” (HR. Baihaqi dan Al Hakim; shahih lighairihi)

من استأجر اجيرا فليفعل اجره

Artinya: ”Barang siapa yang meminta untuk menjadi buruh, berikanlah upahnya” (HR. Abd Razak dari Abu Hurairah)

Begitupula kerjasama yang terjadi antara konsumen dengan suplier, karena masuk dalam jual beli salam/pre order, karena ia telah mendapatkan modal dari konsumen dan diwajibkan mendatangkan barang pesanan sesuai perjanjian. Sebagaimana sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam hadits di atas :

من أَسْلَفَ في شَيْءٍ فَفِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ إلى أَجَلٍ مَعْلُومٍ

“Barangsiapa memesan sesuatu, maka hendaknya ia memesan dalam jumlah takaran, timbangan serta tempo yang jelas.” (Muttafaqun ‘alaih)

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Jumat, 11 Rabiul Awal 1444 H/ 7 Oktober 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button