Hukum Jual Beli Mata Uang (Money Changer)

Hukum Jual Beli Mata Uang (Money Changer)

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz afwan mau bertanya, bagaimana hukum jual beli mata uang? misalnya dollar.
Mohon penjelasannya, Ustadz.

جزاك اللّٰه خيرا

(Penanya : SAHABAT BiAS T06)

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Boleh seperti kasus money changer, dengan syarat jika mata uang yang ditukarkan sama, seperti rupiah dengan rupiah, maka nominal yang ditukar harus sama dan dibayar tunai.

Namun jika mata uang yang ditukar berlainan jenis, maka hanya ada satu syarat yag harus dipenuhi yaitu hendaknya pembayaran dilakukan tunai, langsung di majlis akad jual beli. Syaikh Shalih bin Abdillah bin Fauzan Al-Fauzan berkata :

الاتجار ببيع العملات بعضها مع بعض يسمى بالمصارفة، سواء كان في البنوك أو في السوق الحرة .
وإذا اتحد جنس العملات؛ كالذهب بالذهب، والفضة بالفضة، والريال السعودي مثلاً بالريال السعودي، والمصري بالمصري؛ وجب شيئان : التساوي في المقدار، والتقابض في مجلس العقد . فإن اختلَّ الشرطان أو أحدهما؛ كان ربا .
وإن اختلف جنس العملات؛ كأن باع ذهبًا بفضة، أو ريالاً سعوديًا بجنيه مصري مثلاً؛ وجب شيء واحد، وهو التقابض في مجلس العقد، وجاز التفاضل؛ لقوله صلى الله عليه وسلم : ( الذهب بالذهب، والفضة بالفضة، مثلاً بمثل، سواء بسواء، يدًا بيد، فإذا اختلفت هذه الأجناس؛ فبيعوا كيف شئتم، إذا كان يدًا بيد . . . ) الحديث [ رواه مسلم في صحيحه ( 3/1211 ) ] .
فالاتجار بالعملات، يحتاج إلى بصيرة بالحكم الشرعي، وتحفظ شديد من الوقوع في الربا .

“Bisnis dengan cara membeli mata uang satu dengan yang lain ini disebut ‘Mashorif’ baik itu dilakukan di bank ataupun di Duty Free.

Jika jenis mata uang yang dijual belikan sama/sejenis, seperti emas dengan emas, perak dengan perak, reyal saudi dengan reyal saudi, mata uang mesir dengan mata uang mesir, maka disyaratkan adanya dua syarat :

– Persamaan nominal

– Dibayarkan tunai di majlis akad jual beli.

Jika dua syarat ini atau salah satu dari keduanya tidak ada maka ini adalah transaksi riba.

Dan jika jenis mata uang berbeda seperti menjual emas dengan perak, atau reyal saudi dengan janih Mesir misalnya, maka hanya ada satu syarat yaitu dibayarkan tunai di majlis akad jual beli, dan boleh adanya perbedaan nilai dari keduanya berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam :

“Emas dengan emas, perak dengan perak, harus sama ukuran dan takarannya dan harus diyarkan tunai. Jika berbeda jenisnya maka juallah sesuka kalian jika itu dibayarkan dengan tunai.” (HR Muslim : 3/1211).

Maka jual beli mata uang itu membutuhkan pengetahuan terhadap ilmu-ilmu syariat serta kehati-hatian dari terjerumus ke dalam transaksi riba.”

(Al-Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Al-Fauzan : 328).

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

Senin, 11 Rabi’ul Akhir 1438 H / 09 Januari 2017 M

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS