FiqihKonsultasi

Hukum Inai/Kutek Kuku Dari Bahan Tumbuhan

Hukum Inai/Kutek Kuku Dari Bahan Tumbuhan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Hukum Inai/Kutek Kuku Dari Bahan Tumbuhan, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Izin bertanya Ustadz, apa hukumnya memakai inai (pewarna kuku dari tumbuh²an) bagi wanita dan apa saja yang harus diperhatikan apabila memakai inai tersebut, syukron

جزاك الله خيرا

(Dari Fulan Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Jika inai yang dikenakan tidak sampai menghalangi sampainya air ke permukaan kulit maka tidak mengapa. Namun jika inai ini berasal dari jenis inai yang bisa menghalangi sampainya air ke permukaan kulit maka sebaiknya tidak digunakan karena bisa mempengaruhi keabsahan wudhu.

Baca Juga :  Apakah Anak Yang Durhaka Tetap Mendapat Hak Waris?

Adapun penggunaan inai ini hendaknya diniatkan untuk berhias di hadapan suami dalam rangka beribadah kepada Allah ta’ala, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:

خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ، وَتُطِيْعُكَ إِذَا أَمَرْتَ، وَتَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِكَ

Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.”

(HR Ath Thabarani dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 3299).

Atas dasar hal ini maka jangan menampakkan inai ini kepada lelaki asing yang bukan mahramnya karena dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah dan ketertarikan di hati lelaki asing. Allah ta’ala berfirman :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: hendaknya mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka, dan hendaknya mereka tidak menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa terlihat.” (QS. An Nur : 31.)

Syaikh Bin Baz juga menyatakan :

إذا خضبت يديها أو رجليها، تسترها عن الناس ، تكون ساترة لها بالثياب والملابس لأنها فتنة

Jika seorang wanita mewarnai tangannya atau kakinya dengan henna, hendaknya ia menutupnya dari orang-orang. Bisa ditutup dengan kainnya atau pakaiannya, karena itu menyebabkan fitnah.” (Fatawa Nurun ‘alad Darbi : 17/272 dinukil dari Fatawa Islamqa no. 223251).

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA. حفظه الله
Selasa, 20 Shafar 1443 H/ 28 September 2021 M


 Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

 

Baca Juga :  Akhwat Jadi Youtubers? Apa Sudah Tahu Hukum Akhwat Upload Video ke Youtube?

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button