Hukum Darah dan Flek Ketika Hamil, Apakah Masih Boleh Sholat?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati, berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum darah dan flek ketika hamil apakah mesih boleh sholat?
Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah
Semoga Ustadz dan keluarga selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta’ala.
Afwan mau bertanya, teman ana sedang hamil sekitar 22 pekan dan mengalami flek sudah sekitar 2 pekanan. Apakah selama 2 pekan mengalami flek itu teman ana masih wajib shalat kah?

Dan Qadarullaah setelah diperiksa janin harus diangkat besok,
Hari ini Teman ana sudah masuk IGD sekitar 3 jam tapi belum ditindak dan pendarahan semakin banyak. Apakah setelah pendarahan semakin banyak tadi teman ana masih wajib solat Asar, Maghrib dan sholat selanjutnya? Bila masih wajib shalat Asar dan Maghrib apa boleh diqadha karena sudah melewatkannya?

Baca Juga:  Hukum Makan Keledai, Zebra dan Kuda Beban

Mohon pencerahannya. Syukron.

(Disampaikan oleh Fulanah, sahabat BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Terdapat perbedaan pandangan di antara para Ulama Islam tentang apakah wanita hamil bisa mengeluarkan darah haid atau tidak? ataukah hanya sekedar darah istihadhah (darah rusak/kotor)?

Kenapa hal ini dibahas para Ulama? jawabannya karena dari hasil jawaban pertanyaan di atas akan menimbulkan konsekuensi hukum yang berbeda. Wanita yang haid tidak shalat dan puasa sedangkan wanita yang mengalami istihadhah wajib sholat 5 waktu dan puasa Ramadhan.

Tetap Wajib Sholat

Pendapat yang kami pilih adalah wanita hamil yang mengalami flek tetap wajib sholat 5 waktu, berapapun usia kandungannya.

Imam Ibnu Qudamah rahimahullah menukil keterangan Imam Ahmad Bin Hambal,

قال أحمد : إنما يعرف النساء الحمل بانقطاع الدم

Imam Ahmad mengatakan, ‘Wanita bisa diketahui sedang hamil, ketika dia tidak keluar haid.” (lihat al-Mughni, 1/405)

Baca Juga:  Hukum Berdoa Dengan Selain Bahasa Arab Ketika Shalat

Ibnu Qudamah rahimahullah juga menyebutkan dalil lain bahwa wanita hamil, tidak bisa haid, yaitu sebuah hadits,

لا توطأ حامل حتى تضع، ولا حائل حتى تستبرأ بحيضة

“Budak wanita yang hamil tidak boleh disetubuhi sampai melahirkan, dan budak wanita yang tidak hamil, tidak boleh disetubuhi sampai mengalami haid sekali.”

Lalu Ibnu Qudamah rahimahullah menyimpulkan,

والحامل لا تحيض، فإن رأت دمًا، فهو دم فاسد

“Wanita hamil tidak mengalami haid. Jika dia melihat darah, maka itu darah karena sakit.”(lihat Kitab al-Kafi fi Fiqhil Hambali, 1/133).

Darah Nifas

Adapun berkenaan dengan wanita yang mengalami pendarahan karena akan melahirkan (normal maupun operasi cesar), maka pendapat yang terpilih adalah darah itu dihukumi masuk darah nifas karena proses persalinan. Maka pada saat itu gugur kewajiban shalat pada wanita hamil tersebut, dan inilah pendapat yang kami pilih (ada perbedaan pendapat di antara para Ulama), pendapat ini dipilih dan dikuatkan oleh madzhab Hambali.

فإن رأت الدم قبل خروج الولد بثلاثة أيام فأقل بأمارة كتوجع فهو نفاس كالخارج مع الولادة

“Jika wanita melihat darah 3 hari atau kurang dari itu sebelum bayi lahir, disertai tanda kelahiran seperti rasa sakit, maka statusnya nifas. Sebagaimana darah yang keluar ketika persalinan.” (Kasyaf al-Qana’, 1/21)

Baca Juga:  BC Amalan Bulan Syaban

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Rabu, 18 Rajab 1442 H / 3 Maret 2021 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini