Muamalah

Hukum Bekerja Sebagai Penagih Hutang

Hukum Bekerja Sebagai Penagih Hutang

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan hukum bekerja sebagai penagih hutang. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillaah…

Ustadz, Bagaimana hukumnya bekerja di PLN yang mengurusi bagian penagihan, di mana di sana ada denda keterlambatan? Jazaakumullaahu khayr.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Di Indonesia sendiri listrik dikelola oleh Pemerintah melalui PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan didistribusikan kepada masyarakat Indonesia. Untuk tarif listriknya, PLN membagi menjadi beberapa jenis, antara lain: Golongan rumah tangga, golongan kantor, golongan industri, dan golongan bisnis.

Sementara untuk sistem pembayarannya, macam-macam tagihan PLN terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sistem pascabayar dan sistem prabayar. Jika dulu hampir seluruh pengguna listrik menggunakan sistem pascabayar. Tapi, mulai dari tahun 2016 pemerintah sudah menggalakkan pembayaran listrik dengan sistem prabayar.

Baca Juga:  Kapan Kita Wajib Membayar Zakat Profesi?

Pekerjaan yang Anda tanyakan lebih dekat pada sistem pascabayar, yaitu sistem pembayaran yang dibebankan pada akhir bulan, adapun nominalnya sesuai dengan jumlah energi yang terpakai oleh masyarakat, alias Anda disini sebagai penagih utang penggunaan listrik.

Pendekatan Masalah

1. Secara asal, bekerja sebagai penagih adalah boleh, sah-sah saja, dan jika dia punya hak atas itu, maka tidak masalah. Contohnya penagih utang, maka ini boleh.

2. Akan lain soal, misalnya jika penagih meminta bunga atas utang atau denda bagi siapa saja yang terlambat membayar utang, maka hal ini adalah kezaliman atau standar minimalnya adalah adanya unsur tolong menolong dalam dosa dan kezaliman, maka bekerja sebagai penagih di sisi ini adalah tidak boleh dan terlarang.

Syariat Islam tidak membolehkan segala bentuk kezhaliman dengan memakan harta orang lain tanpa hak.

Baca Juga:  Mengkonsumsi Buah Hasil Dari Pohon Di Rumah Kontrakan

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman :

وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil” (QS. Al-Baqarah : 188).

Dari sahabat Jabir radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dimana telah diriwayatkan dari Allah Ta’ala dalam hadits qudsiy;

يا عبادي ! إني حرمت الظلم على نفسي وجعلته بينكم محرما، فلا تظالموا

Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku haramkan kezhaliman bagi diri-Ku dan Aku jadikan hal itu keharaman pula atas di antara diri kalian. Maka, jangan saling menzhalimi” (Hadits Qudsiy, HR. Muslim, no. 2578).

Juga firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an;

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kalian kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya”. (QS. Al-Maidah: 2)

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag.
حفظه الله
Jumat, 22 Dzulhijjah 1443 H/ 22 Juli 2022 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik di sini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button