ArtikelKonsultasiZakat

Hukum Bayar Zakat Sebelum Jatuh Tempo (Haul)

Hukum Bayar Zakat Sebelum Jatuh Tempo (Haul)

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum bayar zakat sebelum haul (jatuh tempo)
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mohon petunjuk, bagaimana jika zakat dibayarkan sebelum jatuh tempo dan dibayarkan tiap bulan ke mustahik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apakah dibolehkan untuk tidak membayarkannya sekaligus di awal atau di akhir?
Jazakumullahu khairan kathiran.

(Disampaikan oleh Fulanah, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Zakat diwajibkan atas seorang muslim jika sudah terpenuhi dua syarat:
1. Mencapai nishob, yaitu kadar minimal harta yang dimiliki.
2. Nishab di atas telah mencapai setahun.

Baca Juga :  Status Gaji PNS Bolos Kerja

Jika kedua syarat tersebut terpenuhi harta seseorang maka wajib untuk dikeluarkan zakatnya.

Adapun masalah menyegerakan zakat sebelum diwajibkan, butuh kepada rincian:

1. Jika dikeluarkan sebelum harta mencapai nishab, maka tidak sah berdasarkan kesepakatan para ulama. Imam Nawawi berkata:

زكاةُ الماشية والنَّقد والتِّجارة، فلا يجوزُ تعجيلُ الزكاة فيه قَبل مِلك النِّصاب، بلا خلافٍ

“Zakat hewan ternak, uang dan perdagangan, maka tidak boleh disegerakan sebelum mencapai nishabnya tanpa ada perselisihan di kalangan ulama.”
(Al-Majmu’ syarh muhadzzab : 6/146).

2. Jika dikeluarkan setelah harta mencapai nishab namun belum lewat satu haul (satu tahun hijiryyah). Mayoritas ulama membolehkan hal tersebut. Imam Tirmidzy berkata:

قال أكثرُ أهلِ العِلم: إنْ عجَّلَها قبل مَحَلِّها أجزأتْ عنه، وبه يقولُ الشافعيُّ، وأحمدُ، وإسحاقُ

“Mayoritas ulama berkata: Jika seseorang menyegerakan zakat sebelum jatuh tempo, sah zakatnya. dan ini adalah perkataan Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq”
(Sunan Tirmidzy: 2/57).

Jadi, boleh mengeluarkan zakat sebelum jatuh tempo dengan syarat harta telah mencapai nishab (misal : jika uang setara dengan 85 gr emas). Baik dengan cara langsung maupun dengan cara dicicil perbulannya.
Ketika telah mencapai satu haul, maka dihitung jumlah hartanya, dan dilihat apakah zakat yang dikeluarkan setiap bulan sudah pas atau belum, jika masih kurang maka keluarkan sisanya.

Wallahu a’lam

Dijawab oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Kamis, 07 Jumadil Ula 1442 H / 24 Desember 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

Baca Juga :  Bolehkah Puasa Daud Digabung dengan Puasa Sunnah Lain?

USTADZ MUHAMMAD IHSAN, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button