Adab & AkhlakFiqihKonsultasi

Hukum Acara 4 Bulanan Kehamilan

Hukum Acara 4 Bulanan Kehamilan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum acara 4 bulan kehamilan

Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah,
Maaf mau tanya,
Jika diundang tetangga dalam rangka syukuran 4 bulanan kehamilan, apakah salah jika sebagai tetangga ana tidak menghadiri undangan tersebut, disebabkan kebiasaan yang dilakukan dalam acara tersebut. (biasanya acara dimulai dengan marawis ibu pengajian dari RT setempat, kemudian membaca surat Ar-Rahman, Yasin, Alfatihah untuk arwah dari keluarga, ditutup dengan ceramah singkat dari ustadzah pengajian RT setempat).

Jazaakumullahu khairan.


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal  Ikhwan wal Akhwat baarakallah fiikum Ajma’in.

Anda tidak bersalah jika tidak hadir dalam acara selamatan bulanan kehamilan, dan anda perlu bahkan wajib menghindari acara tersebut dengan sekedar izin tidak dapat hadir dengan cara terbaik. Karena acara selamatan kehamilan, seperti 3 bulanan, 4 bulanan, atau 7 bulanan, tidak ada dalam ajaran Islam yang mulia.

Wajib Meninggalkan Jika Mengandung kesyirikan

Bahkan wajib meninggalkan acara ini dan tidak mengadakannya, apabila acara keselamatan ini disertai dengan keyakinan akan membawa keselamatan dan kebaikan, dan sebaliknya jika tidak dilakukan akan menyebabkan bencana atau keburukan, maka keyakinan seperti itu merupakan kesyirikan. Karena sesungguhnya keselamatan dan bencana itu hanya di tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللهِ مَا لاَ يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا واللهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَليِمُ

“Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfa’at?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Maidah: 76)

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Kamis, 04 Sya’ban 1442 H / 18 Maret 2021 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

 

 

Baca Juga :  Istri Sering Mengakhirkan Isya Setelah Tengah Malam, Apa Boleh?

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button