Hikmah Allah Mengangkat Sebagian Ayat Al-Quran

Hikmah Allah Mengangkat Sebagian Ayat Al-Quran

Hikmah Allah Mengangkat Sebagian Ayat Al-Quran

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz apakah benar ada ayat al-Quran yang pernah dihapus atau diangkat oleh Allah?
Apakah ada hikmah dibalik penghapusan ayat Al-Quran tersebut?

Jazakallahu khairan

(Disampaikan oleh Fulan, Admin BiAS N8)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Al–Quran diturunkan oleh Dzat yang memiliki semua hikmah, tidaklah Allah melakukan sesuatu kecuali ada hikmah yang besar dibaliknya, yang terkadang kita ketahui, terkadang tidak, namun hal tersebut telah menjadi keyakinan kita, sebagai seorang yang beriman kepada Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman:

وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Allah maha mengetahui lagi maha memiliki hikmah”
(QS An-Nuur : 59, At-Taubah : 60, Al-Hajj : 52)

Allah ﷻ  berfirman:

مَا نَنسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مّنْهَا أَوْ مِثْلِهَا أَلَمْ تَعْلَمْ أَنّ اللّهَ عَلَىَ كُلّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Ayat mana saja yang Kami nasakh-kan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah ﷻ Maha Kuasa atas segala sesuatu”
(QS Al-Baqarah : 106)

Ketika Allah ﷻ menetapkan ada ayat yang diangkat hukumnya, ataupun ayat dan hukumnya diangkat dua – duanya, kita yakin dibalik itu semua, ada hikmah yang besar. Diantara hikmah – hikmah yang disebutkan para ulama dalam masalah ini adalah:

1. Menunjukkan ilmu Allah mencakup segala sesuatu. Allah tahu ayat ini pas untuk waktu tertentu, kemudian Allah ganti dengan ayat yang mencakup hukum yang pas pada waktu setelahnya.

2. Menunjukkan nikmat dan kasih sayang Allah ﷻ untuk makhluknya, ketika Allah ﷻ mengangkat hukum berat kemudian diganti dengan yang lebih mudah.

3. Sebagai bentuk ujian kepada hamba, menguji keimanan mereka, sehingga kelihatan mana yang benar imannya dan berbohong dalam keimanannya (Munafik).

(sumber : vb.tafsir.net/tafsir35787)

 

Wallahu a’lam,
Wabillahit taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, 19 Dzulhijjah 1440H / 20 Agustus 2019M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS