Harus Baca, Bagi Kamu yang Suka Menghayal dan Panjang Angan bimbingan islam
Harus Baca, Bagi Kamu yang Suka Menghayal dan Panjang Angan bimbingan islam

Harus Baca, Bagi Kamu yang Suka Menghayal dan Panjang Angan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang bagaimana hukum suka menghayal dan panjang angan
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, semoga Allah berikan keberkahan selalu.
Ustadz shahih kah hadist dibawah ini?
Bagaimana dalam syariat islam mengenai panjang angan-angan. Jazakallahu khairan.

Inspirasi Pagi :
Jangan meremehkan imajinasi. Terkadang tanpa kita sadari apa yang kita khayalkan bisa menjadi doa yang suatu saat nanti bisa terkabul.

“Barangsiapa yang mengangankan sesuatu (kepada Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut karena ia sedang meminta kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”
(HR. Ibnu Hibban no. 889, dishahihkan al-Albani dalam Shahih al–Jami’ no. 437)

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BIAS T09-G16)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyatuhal Akhwat baarakallah fiikunna.

Jika Hadits yang dimaksud adalah

إِذَا تَمَنَّى أَحَدُكُم فَلْيُكثِر ، فَإِنَّمَا يَسأَلُ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Barangsiapa yang mengangankan sesuatu (kepada Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut. Karena ia sedang meminta (berdoa) kepada Allah Azza wa Jalla
(HR. Ibnu Hibban no. 889, dinilai sebagai hadits shahih oleh Muhaddits Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 437).

Hadits di atas adalah hadits shahih.

Makna dan Penjelasan Hadits

Maksud dari hadits ini, bukan sekedar imajinasi belaka tapi dikuatkan dengan meminta (berdoa) kepada Allah Ta’ala serta mencari sebab terkabulnya doa tersebut dengan usaha, ikhtiar pilihan terbaik dalam setiap mengambil keputusan hidup, bahkan memilih amalan atau usaha terbaik.

Adapun panjang angan-angan dan imajinasi yang dilarang adalah ingin sebuah hasil yang istimewa dari usaha kosong alias nol, maka ini sama halnya dengan orang yang berdoa saja meminta hujan emas dan perak turun dari langit sedangkan ia malas-malasan bekerja.
Atau berharap masuk surga yang tertinggi dari amalan serampangan lagi jauh dari keikhlasan.

Atau di antara makna panjang angan-angan yaitu berharap hidup selamanya di dunia fana ini dengan kedurjanaannya serta takut mati akibat lupa hakikat penciptaan kehidupan dan juga tidak siap meninggalkan kehidupan dunia karena banyak dosa dan maksiat kepada Allah Ta’ala serta tertipu dengannya.

Maka perbanyaklah doa kepada Allah Yang Maha Pemurah, bahkan sampai perkara yang kecil-kecil karena semakin menunjukkan kefaqiran kita di hadapan Allah Ta’ala Yang Maha Mulia.

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Selasa,15 Rabiul Awwal 1441 H/ 12 November 2019 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini