KonsultasiWanita

Haid, Sakit, Dan Kewajiban Shalat Wanita

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Haid, Sakit, Dan Kewajiban Shalat Wanita

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Haid, Sakit, Dan Kewajiban Shalat Wanita, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz , afwan izin bertanya. Saya adalah seorang wanita yang sedang mengalami haidh baru sekali haidh saya selesai qadarullah saya tertimpa musibah yaitu sakit , sehingga jika saya mandi (wajib ketika selesai haidh) akan menyebabkan penyakit saya bertambah parah Pertanyaanya :

1. Adakah keringanan untuk saya Ustadz? Karena saya belum mandi wajib dan melaksanakan sholat sebab sakit.

2. Bolekah saya meng qadha shalat saya ketika saya sembuh nanti?

Terimakasih Ustadz semoga Allah merahmati Ustadz

جزاك اللهُ خيراً

(Ditanyakan Oleh Santri Mahad Bimbingan Islam)

 


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Perlu diingat bahwa yang menyatakan kalau dengan mandi, sakit itu bertambah parah adalah harus dari dokter atau ahli terpercaya, bukan dugaan semata. Jika benar bahwa dengan mandi, sakit bertambah parah, maka ganti dengan wudhu saja, atau (kalau belum bisa menyentuh air), maka cukup dengan tayamum.

1. Anda wajib shalat dengan tayamum, karena ini lah kemampuan yang anda bisa lakukan. Ini termasuk keringanan, dan hal ini tidak menggugurkan shalat wajib karena belum bisa bersuci (mandi besar) dari haid.

2. Ketika sakit itu tetap wajib shalat sesuai kemampuan (tidak bisa berdiri, maka shalat dengan duduk, tidak mampu duduk, maka shalat dengan berbaring atau isyarat), yang tidak shalat itu adalah mereka yang koma atau hilang akal. Selama diri dan akal masih sadar maka tetap wajib menjalankan shalat, kecuali wanita haid dan nifas.

Adapun shalat wajib yang sudah ditinggalkan karena tidak tahu, maka bertobatlah kepada Allah Ta’ala, jangan diulangi, dan perbanyak amalan saleh (termasuk shalat-shalat sunnah) tatkala sudah sembuh dan kuat nantinya. Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan kesehatan, afiat dan taufik-Nya pada kita semua. Aamiin.

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul, S.Ag. حافظه الله

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button