Hadits-Hadits Tentang Sholat Lima Waktu : Tiga Anugrah Allah di Waktu Mi’roj

HADITS IBNU MASUD:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: “لَمَّا بَلَغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِدْرَةَ المُنْتَهَى”، قَالَ: “انْتَهَى إِلَيْهَا مَا يَعْرُجُ مِنَ الأَرْضِ وَمَا يَنْزِلُ مِنْ فَوْقٍ”. قَالَ: “فَأَعْطَاهُ اللَّهُ عِنْدَهَا ثَلَاثًا لَمْ يُعْطِهِنَّ نَبِيًّا كَانَ قَبْلَهُ، فُرِضَتْ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ خَمْسًا، وَأُعْطِيَ خَوَاتِيمَ سُورَةِ البَقَرَةِ وَغُفِرَ لِأُمَّتِهِ الْمُقْحِمَاتُ مَا لَمْ يُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا”

Dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata:
“Saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam sampai Sidrotul Muntaha (di waktu isro’ mi’roj), beliau bersabda: “Ke sanalah berakhirnya sesuatu yang naik dari bumi dan yang turun dari atas.”
Lalu di sana Allah memberi beliau tiga perkara, yang Allah tidak pernah memberikan kepada seorang Nabi pun sebelum beliau. (Yaitu) shalat lima waktu diwajibkan atas beliau, beliau diberi ayat-ayat penutup surat al-Baqarah dan dosa-dosa besar diampuni untuk ummatnya selama tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun.”
(HR. Muslim, no. 173; Tirmidzi, no. 3276, dan ini lafazh Tirmidzi. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani)

BACA JUGA
Baca Juga:  Apakah Kematian Termasuk Takdir Mutlak

FAWAID HADITS:

Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:

Peristiwa isro’ mi’roj Nabi Muhammad adalah salah satu mu’jizat besar beliau yang wajib diimani oleh umatnya.

Dzat Alloh berada di atas langit, namun ilmu-Nya dan kekuasaan-Nya di segala tempat.

Ketika isro’ mi’roj Nabi Muhammad sampai Sidratul Muntaha, yaitu pohon bidara yang berada di atas langit ke tujuh menurut riwayat yang rojih (lebih kuat). Di sana berakhir sesuatu yang naik dari bumi dan yang turun dari atas.

Ketika isro’ mi’roj, Nabi Muhammad diberi keistimewaan oleh Allah, yaitu diberi tiga perkara yang tidak pernah Allah berikan kepada seorang Nabi pun sebelum beliau.

Baca Juga:  Mimpi Bertemu Simbol Mata Dajjal

Keagungan kedudukan sholat. Sebab diwajibkan di atas langit, tidak di bumi; langsung oleh Alloh, tidak lewat malaikat Jibril.

Keagungan kedudukan ayat-ayat penutup surat al-Baqarah.

Dosa bertingkat-tingkat, ada dosa kecil dan ada dosa besar.

Keagungan kedudukan tauhid, yaitu beribadah dengan ikhlas kepada Allah, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dengan sebab tauhid, dosa-dosa besar umat Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi was sallam diampuni.

Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini. Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.

Disusun oleh:
Ustadz Muslim Al-Atsari حفظه الله
Rabu, 08 Muharrom 1442 H/ 26 Agustus 2020 M



Ustadz Muslim Al-Atsari حفظه الله
Beliau adalah Pengajar di Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafi, Sragen
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muslim Al-Atsari حفظه الله 
klik disini