Hadits-Hadits Tentang Sholat Lima Waktu : Sholat Diwajibkan Di Atas Langit Langsung Oleh Allah

HADITS ANAS BIN MALIK:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” فَرَضَ اللَّهُ عَلَى أُمَّتِي خَمْسِينَ صَلَاةً، فَرَجَعْتُ بِذَلِكَ، حَتَّى آتِيَ عَلَى مُوسَى، فَقَالَ مُوسَى: مَاذَا افْتَرَضَ رَبُّكَ عَلَى أُمَّتِكَ؟ قُلْتُ: فَرَضَ عَلَيَّ خَمْسِينَ صَلَاةً، قَالَ: فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ، فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ، فَرَاجَعْتُ رَبِّي، فَوَضَعَ عَنِّي شَطْرَهَا، فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَأَخْبَرْتُهُ، فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ، فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ فَرَاجَعْتُ رَبِّي، فَقَالَ: هِيَ خَمْسٌ وَهِيَ خَمْسُونَ، لَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ، فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ، فَقُلْتُ: قَدِ اسْتَحْيَيْتُ مِنْ رَبِّي “

Dari Anas bin Malik, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah mewajibkan umatku shalat sebanyak lima puluh kali, lalu aku kembali dengan kewajiban itu, hingga aku mendatangi Musa.
Dia berkata kepadaku, “Apa yang telah diwajibkan oleh Rabbmu kepada umatmu?”
Aku menjawab, “Dia telah mewajibkan kepadaku shalat sebanyak lima puluh kali.”
Musa berkata, “Kembalilah menemui Rabbmu, karena umatmu tidak akan mampu mengerjakan kewajiban itu”.

Aku kembali menemui Rabbku hingga Dia memberikan keringanan hingga sebagiannya. Aku kembali menemui Musa dan aku kabarkan hal itu padanya, dia berkata, “Kembalilah menemui Rabbmu, karena umatmu tidak akan mampu melakukan kewajiban itu”.

Aku pun kembali menemui Rabbku, Dia berfirman: “Shalat itu lima kali, namun (pahalanya) lima puluh kali. Perkataan itu tidak ada lagi perubahan di sisi-Ku”.
Maka aku kembali menemui Musa, lalu dia berkata, “Kembalilah menemui Rabbmu”.
Maka aku katakan kepadanya: “Aku sudah malu kepada Rabbku”.
(HR. Ibnu Majah, no. 1399; Nasai, no. 449. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani)

BACA JUGA
Baca Juga:  Biografi Syaikh Ahmad Surkati

FAWAID HADITS:

Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:

Peristiwa isro’ mi’roj Nabi Muhammad adalah salah satu mu’jizat besar beliau yang wajib diimani oleh umatnya.

Dzat Alloh berada di atas langit, namun ilmu-Nya dan kekuasaan-Nya di segala tempat.

Pertama kali Allah mewajibkan shalat sebanyak lima puluh kali kepada umat Nabi Muhammad, namun beliau selalu mohon keringanan untuk umatnya, sehingga ditetapkan kewajiban shalat sebanyak lima kali. Ini bukti kasih sayang Nabi kepada umatnya.

Ketika isro’ mi’roj Nabi Muhammad bertemu Nabi Musa di atas langit, yaitu langit ke enam menurut riwayat yang rojih (lebih kuat).

Baca Juga:  Bagaimana Sikap Penuntut Ilmu Ketika Futur ?

Disukai memberikan nasehat. Sebagaimana Nabi Musa memberikan nasehat kepada Nabi Muhammad agar memohon keringanan kewajiban sholat.

Boleh memohon sesuatu yang sama berulang kali.

Keagungan kedudukan sholat. Sebab diwajibkan di atas langit, tidak di bumi; langsung oleh Alloh, tidak lewat malaikat Jibril.

Ketetapan kewajiban sholat lima waktu tidak akan berubah sampai Hari Kiamat.

Manusia wajib melaksanakan sholat lima waktu, dan tidak gugur kewajiban itu selama masih hidup dan berakal.

Sholat lima waktu pahalanya sama dengan lima puluh kali.

Keutamaan sifat malu, yaitu malu dari melakukan sesuatu yang tidak pantas. Bukan malu untuk belajar atau malu melakukan kebaikan.

Baca Juga:  Shahihkah Hadits Amalan Surat Al-Hasyr Di Pagi Hari

Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini. Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.

Disusun oleh:
Ustadz Muslim Al-Atsari حفظه الله
Rabu, 08 Muharrom 1442 H/ 26 Agustus 2020 M



Ustadz Muslim Al-Atsari حفظه الله
Beliau adalah Pengajar di Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafi, Sragen
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muslim Al-Atsari حفظه الله 
klik disini