Ibadah

Hadist Tentang Takbir 5x Dalam Sholat Jenazah, Shahih?

Pendaftaran AISHAH Online Angkatan 2

Hadist Tentang Takbir 5x Dalam Sholat Jenazah, Shahih?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Hadist Tentang Takbir 5x Dalam Sholat Jenazah, Shahih? selamat membaca.

Pertanyaan:

Assalamu’alaykum warahmatullah ustadz. Izin bertanya. Ada pernah membaca hadist seperti berikut

“Ketika menshalati jenazah Zaid bin Arqam takbir sebanyak empat kali, dan suatu ketika ia pernah menshalati jenazah lalu bertakbir lima kali, maka aku pun menanyakan hal itu kepadanya, ia menjawab, “Rasulullah ﷺ pernah melakukan itu (takbir lima kali). “ (HR. Ibnu Majah: 1494)

Untuk bacaan takbir kelima apa ya ustadz? Jazakallahu khairan ustadz

Jawaban:

Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuhu.

Sependek yang kami tahu, justru tidak disyariatkan untuk melakukan lebih dari 4 takbir dalam solat jenazah, dan ini adalah pendapat yang disepakati oleh madzhab yang empat, Hanafiah, Malikiah, Syafi’iyah, dan Hanabilah, bahkan ada penukilan pendapat secara ijma bahwa maksimal solat jenazah hanyalah 4 kali takbir.

Berkata Ibnu Abdil Barr:

اتَّفق الفقهاءُ أهلُ الفتوى بالأمصارِ على أنَّ التكبير على الجنائز أربعٌ لا زيادةَ على ما جاء في الآثارِ المسنَدة مِن نقْل الآحادِ الثقات، وما سوى ذلك عندهم شذوذٌ لا يُلتفت إليه

“Para ahli fiqih yang berkompeten dalam fatwa di seluruh negri bersepakat bahwa takbir dalam salat jenazah hanyalah 4, tidak ada tambahan sebagaimana yang datang dalam hadist-hadist yang menjadi sandaran dari penukilan para perawi yang terpercaya, adapun yang selain itu dari mereka maka terhitung syadz/ganjil, tidak diperhitungkan”. (al-Istidzkar juz:3 hal:30).

Diantara landasan dalil yang digunakan adalah:

– hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu :

أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى الله عليه وسلَّم نَعَى النَّجَاشِيَّ في اليومِ الذي ماتَ فيهِ، وخرَج بهم إلى المُصَلَّى، فصفَّ بهم، وكبَّرَ عليهِ أربعَ تكبيراتٍ

Baca Juga:  Meninggalkan Amalan Sunnah, Fasik?

“Bahwa Rasul sallallahu ‘alaihi wa sallam mengumumkan kematian Najasyi di hari ketika ia meninggal, kemudian Nabi keluar bersama para sahabatnya di tanah lapang, kemudian membuat shaf, kemudian melakukan solat dengan 4 kali takbir”. (H.R Bukhari no:1245).

Sisi pendalilan hadist di atas: Najasyi yang memiliki keistimewaan yang besar, nyatanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencukupkan untuk menyolatkannya hanya dengan 4 takbir saja.

– Dalil kedua adalah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap konsisten dengan 4 takbir dalam solat janazah sampai Beliau wafat, maka amalan Beliau ini menunjukkan makna terhapusnya hukum/tata cara solat jenazah dengan cara sebelumnya. (Tabyinu al-Haqaiq Syarhu Kanzi al-Daqaiq, juz:1 hal:241).

– Dalil ketiga: Perkara solat jenazah dengan versi terakhir telah tetap baik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya. (Mughni al-Muhtaj juz:1, hal:341).

Sumber bacaan dari:

[TS_Poll id="2"]

الموسوعة الفقهية

Jadi jika didapati solat jenazah dengan 5 kali takbir, maka bacaan apa yang dibaca selepas takbir yang kelima, mohon maaf kami tidak mengetahuinya.

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله

Jum’at, 28 Jumadil Akhir 1444H / 20 Januari 2023 M 

Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik di sini

Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button