Aqidah

Hadist Tentang Keutamaan Meninggal di Hari atau Malam Jumat

Mahad Bimbingan Islam (BIAS) belajar Islam terstruktur

Hadist Tentang Keutamaan Meninggal di Hari atau Malam Jumat

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan hadist tentang keutamaan meninggal di hari atau malam Jumat. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum. Warahmaullaahi Wabarakaatuh. Ustadz, apakah syuhada dan muslim yang meninggal di hari Jum’at tidak mendapatkan fitnah qubur sesuai hadits?

Atau, makna tafsir hadits tersebut adalah mereka dikokohkan Allah Subhaanahu wa Ta’aala untuk menjawab fitnah qubur tersebut dengan lancar? Jazaakumullaahu khairan wa baarakallaahu fiikum.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:

Daftar Grup WA Bimbingan Islam Gratis

Hadist yang dimaksudkan sebagaimana hadist Abdullah ibnu Amr, bahwa Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda:

فالوقاية من عذاب القبر في حق المؤمن الميت في يوم الجمعة أو ليلتها ورد فيها حديث رواه الترمذي في سننه عن عبد الله بن عمرو قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله فتنة القبر.

“Tidaklah seorang Muslim mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. al-Tirmidzi)

Hanya saja hadist tersebut para ulama berbeda dalam menghukuminya, antara hadist yang lemah atau hadist hasan/shahih.

Imam Tirmidzi dan Ibnu Hajar melemahkan hadist tersebut karena hadist tersebut ghorib dan sanadnya terputus, sebagian lain menghukuminya dengan hasan dan menghukumi shahih, dengan jalur riwayat yang lain sebagaimana pendapat dari Syekh Albani, juga Imam al-Thabrani menyatakan hadis tersebut muttashil (tersambung sanadnya), al-Thabrani meriwayatkannya dari Rabi’ah bin ‘Iyadl dari ‘Uqbah dari Ibnu Amr bin Ash, demikian pula diriwayatkan oleh Abu Ya’la, al-Hakim al-Tirmidzi dengan status muttashil, Abu Nu’aim juga meriwayatkannya dari Jabir dengan status Muttashil.

Berkaitan dengan penjelasan hadits keutamaan wafat di hari atau malam Jumat, Syekh Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfauri mengatakan:

قوله ( ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة ) الظاهر أن أو للتنويع لا للشك ( إلا وقاه الله ) أي حفظه ( فتنة القبر ) أي عذابه وسؤاله وهو يحتمل الاطلاق والتقييد والأول هو الأولى بالنسبة إلى فضل المولى وهذا يدل على أن شرف الزمان له تأثير عظيم كما أن فضل المكان له أثر جسيم

“Sabda Nabi, di mana tidaklah seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat, (yang nampak bahwa kata lafazh “au/atau ” fungsinya untuk variatif/pilihan, bukan bermakna ragu ).

Sabda Nabi, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur, maksudnya ketika saat menyiksa dan menanyakan di alam kubur, ini kemungkinan dimutlakkan dan dibatasi (dengan waktu tertentu), dan kemungkinan pertama lebih utama bila dikaitkan dengan anugerah Allah.

Khusus perempuan, apakah kamu tahu Akademi Shalihah (AISHAH) Online?

Hadis ini menunjukkan bahwa kemuliaan waktu memiliki pengaruh yang besar sebagaimana keutamaan tempat juga memiliki dampak yang besar.” Syekh Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfauri, Tuhfah al-Ahwadzi, juz 4, hal. 159.

وقوله صلى الله عليه وسلم: إلا وقاه الله فتنة القبر، قال المباركفوري في شرح الترمذي عند شرحه للحديث: أي حفظه الله من فتنة القبر أي عذابه وسؤاله، وهو يحتمل الإطلاق والتقييد، والأول هو الأولى بالنسبة إلى فضل المولى. اهـ.

Dan sabda Rasulullah sallahu alaihi wasallam: “kecuali Allah akan jaga dia dari fitnah Kubur, maksudnya dari azab dan pertanyaan (kepadanya dari malaikat) dan ia (penjagaan Allah dari fitnah tersebut) mengandung kemungkinan , antara mutlak dan terbatas (dengan waktu tertentu), dan kemungkinan pertama (mutlaknya penjagaan Allah) lebih utama, bila dikaitkan dengan (bagaimana besarnya) anugerah Allah.”

Namun begitu, bahwa kematian seseorang pada malam atau hari Jumat adalah sebagai tanda khusnul khatimah dia, dan seseorang yang meninggal di lain hari itu bukan berarti tidak meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.

Semoga kita semua Allah wafatkan dalam keadaan khusnul khatimah.

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Kamis, 3 Dzulqodah 1443 H/ 2 Juni 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Baca Juga:  Memastikan Azab Kubur Karena Maksiat Di Dunia
Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button