Hadist Keutamaan Shaf Sholat Sebelah Kanan

Hadist Keutamaan Shaf Sholat Sebelah Kanan

HADIST KEUTAMAAN SHAF SHOLAT SEBELAH KANAN

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, apakah shahih hadits tentang keutamaan shaf jamaah sebelah kanan?

Jazaakallohu khoyron Ustadz

(Fulan, Sahabat BiAS)

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Hadits tentang keutamaan shoff sebelah kanan dalam Jama’ah bisa kita jumpai pada Kutubu Tis’ah (9 Kitab Hadits Utama) dalam Sunan Ibnu Majah. Seperti dalam Hadits Aisyah rodhiallohu ‘anha;

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوفِ

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Hisyam berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Usamah bin Zaid dari Utsman bin Urwah dari Urwah dari ‘Aisyah, ia berkata, “Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sejatinya Alloh dan para Malaikat-Nya mengucapkan shalawat kepada orang-orang yang berada dalam shoff sebelah kanan” [HR Ibnu Majah 995].

Pada sanad hadits diatas yang diperselisihkan adalah Mu’awiyah bin Hisyam. Imam Ad-Daruquthni mengomentari Mu’awiyah dengan: “laysa bi qawiyy“ (Tidak Kuat). Sementara Abu Daud As Sijistani men-“tsiqah”-kannya (Menganggapnya terpercaya).

Dan yang tepat Insya Alloh sebagaimana dikatakan oleh Imam Adz-Dzahabi dalam Al-Mizan: “Ia (Mu’awiyyah) shoduq”.

Sehingga dapat dikatakan bahwa Hadits diatas derajatnya Hasan, tidak sampai tingkat Shohih, tapi tetap dapat dijadikan Hujjah atau Sandaran. Apalagi jika ternyata didapati ada hadits lain yang juga menguatkannya, maknanya senada dengan hadits diatas. Dan Ibnu Majah menukilkan dalam Sunannya;

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ مِسْعَرٍ عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُبَيْدٍ عَنْ ابْنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مِسْعَرٌ مِمَّا نُحِبُّ أَوْ مِمَّا أُحِبُّ أَنْ نَقُومَ عَنْ يَمِينِهِ

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Mis’ar dari Tsabit bin Ubaid dari Ibnul Bara bin Azib dari Al Bara bin Azib, ia berkata, “Jika kami shalat di belakang Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam, Mis’ar berkata, “Kami suka, atau ia menyebutkan, “aku suka berdiri di sebelah kanannya” [HR Ibnu Majah 996].

Namun sikap yang tepat dalam memahami hadits keutamaan shoff sebelah kanan adalah mendahulukannya dibanding yang kiri jika sama – sama kosong, bukan mengisi yang kanan lalu membiarkan yang kiri. Sehingga penuhnya suatu shoff dengan memprioritaskan untuk mengisi sisi kanan, dengan tanpa meninggalkan sisi kiri kosong. Alias, menjadikan yang terakhir kosong dalam suatu shoff (jika ada) adalah sisi kiri.

Pun demikian, tertutup dan rapatnya shoff adalah hal yang benar – benar perlu diperhatikan, karena ganjaran bagi orang yang menyambung atau menutup shoff kosong juga menuai pujian dari Alloh dan Para Malaikat, sebagaimana disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad;

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أُسَامَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ، يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ

Abdullah bin Walid menuturkan kepadaku, Sufyan Ats Tsauri menuturkan kepadaku, dari Usamah, dari Abdulloh bin Urwah, dari Urwah, dari ‘Aisyah, ia berkata, Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Alloh dan para Malaikatnya ‘alaihimussalam bersholawat pada orang – orang yang menyambung shaf“ [HR Ahmad 23825]

Wallahu a’lam,
wabillahi taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

Tanya Jawab
Grup WA Bimbingan Islam Ikhwan
Selasa, 01 Rabi’ul Akhir 1439 H / 19 Desember 2017 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS