Faedah Hadist

Fawaid Hadist #98 | Cabang-Cabang Keimanan

Pendaftaran AISHAH Online Angkatan 2

Fawaid Hadist #98 | Cabang-Cabang Keimanan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist,

Fawaid Hadist #98 | Cabang-Cabang Keimanan. Selamat membaca.


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « الْإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ، أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شَعْبَةً: فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيْمَانِ « مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Iman itu mempunyai tujuh puluh atau enam puluh lebih cabang, yang paling utama adalah ucapan “laa ilaaha illallah” dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, sedangkan perasaan malu itu termasuk salah satu cabang dari iman.” (HR. Al-Bukhari, no. 6. & Muslim, no. 57).


Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

1. Penjelasan penting bahwa iman itu tidak hanya satu cabang, tetapi memiliki banyak cabang, bahkan sampai tujuh puluh lebih, yaitu antara tujuh puluh tiga hingga tujuh puluh sembilan cabang, tetapi cabang yang paling utama adalah ucapan “laa ilaaha illallah,” karena kalimat ini bila ditimbang dengan langit dan bumi pasti lebih berat, juga merupakan kalimat tauhid dan kalimat ikhlas, kalimat yang kita semua berharap sebagai penutup usia, barangsiapa yang akhir perkataannya di dunia adalah kalimat ini, maka diharapkan ia masuk surga, kalimat ini adalah cabang iman yang paling utama.

2. Menghilangkan setiap yang mengganggu orang yang berjalan, seperti batu, pecahan kaca, duri dan sebagainya adalah bagian keimanan.

3. Ucapan Nabi; “Rasa malu itu bagian dari iman,” rasa malu disini adalah kondisi kejiwaan yang muncul ketika mengerjakan sesuatu yang dianggap memalukan, ini termasuk sifat yang terpuji yang dimiliki Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan beliau lebih pemalu dari gadis pingitan, tetapi baginda Nabi tidak malu untuk menunaikan kebenaran. Rasa malu adalah sifat terpuji, tetapi bukan malu untuk menunaikan kebenaran. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (artinya),

Baca Juga:  Fawaid Hadist #118 | Agama Islam Itu Mudah

“Dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar.” (QS. Al-Ahzâb: 53).

4. Orang yang tidak kenal rasa malu, tidak akan peduli dengan ucapan dan tindakannya, dan hal ini tentunya lambat laun akan mengikis keimanan dalam dada.

5. Iman itu membuahkan amalan sholeh, sehingga bisa bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat dan dosa.

6. Keimanan itu bertingkat-tingkat, tidak sama antara yang satu dengan lainnya

7. Faedah yang sangat berharga bahwa keimanan itu mencakup amalan hati (rasa malu), amalan lisan (ucapan kalimat tauhid) dan amalan anggota badan (menyingkirkan gangguan dari jalan).

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

[TS_Poll id="2"]

Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button