https://socialbarandgrill-il.com/ situs togel dentoto https://dentoto.cc/ https://dentoto.vip/ https://dentoto.live/ https://dentoto.link/ situs toto toto 4d dentoto https://vlfpr.org/ http://jeniferseo.my.id/ https://seomex.org/ omtogel https://omtogel.site/ personal-statements.biz https://www.simt.com.mk/ https://www.aparanza.it/ https://vivigrumes.it/ https://interpolymech.com/ https://frusabor.com/ https://www.aparanza.it/ https://www.ibcmlbd.com/ https://uhra.com.ua/ https://www.newdayauctions.com/ https://chai-sacco.co.ke/
Fawaid Hadist #77 | Bersungguh-Sungguh di Sepuluh Malam Ramadhan
Faedah Hadist

Fawaid Hadist #77 | Bersungguh-Sungguh Dalam Ibadah di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Fawaid Hadist #77 | Bersungguh-Sungguh Dalam Ibadah di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #77 | Bersungguh-Sungguh Dalam Ibadah di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan. Selamat membaca.


[div class=”fawaid-hadis”]

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: « كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan baginda senantiasa menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh (dalam beribadah) dan mengencangkan ikat pinggangnya (fokus ibadah).”

(HR. Al-Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174).

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

1. Penjelasan berharga tentang kemuliaan dan keutamaan beramal shaleh di 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan. Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan punya keistimewaan dalam ibadah dari hari-hari lainnya di bulan Ramadhan. Ibadah yang dimaksudkan di sini mencakup shalat, dzikir, dan membaca Al Qur’an.

2. Semangat dan kesungguhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beribadah pada 10 hari terakhir Ramadhan yang berbeda dari hari-hari yang lain, minimal ada dua alasan secara umum:

(a) Sepuluh hari terakhir tersebut adalah penutup bulan Ramadhan yang diberkahi. Dan setiap amalan itu dinilai dari akhirnya.

(b) Siapa yang menghidupkan ibadah dan bersungguh-sungguh di sepuluh hari terakhir tersebut diharapkan mendapat keutamaan malam Lailatul Qadar (1 malam yang kebaikan dan keutamaannya lebih baik dari 1000 bulan). Ketika ia sibuk dengan ibadah di hari-hari terakhir tersebut, maka ia lebih mudah dan diharapkan mendapat ampunan, rahmat, keberkahan dari Allah Ta’ala.

3. Faedah berharga tentang anjuran membangunkan keluarga yaitu para istri, anak supaya mendorong mereka melakukan shalat malam, dan bersabar atasnya. Lebih-lebih lagi di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.

Random Ad Display

4. Anjuran menasihati keluarga dalam kebaikan dan menjauhkan mereka dari hal-hal tercela dan terlarang.

5. Orang yang bijak adalah yang menginginkan kebaikan itu menyebar, berdampak dan menyeluruh untuk seluruh keluarga.

6. Membangunkan keluarga di sini merupakan anjuran di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, namun anjuran juga untuk hari-hari lainnya. Karena keutamaannya disebutkan dalam hadits yang lain,

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِى وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِى وَجْهِهِ الْمَاءَ

Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang di malam hari melakukan shalat malam, lalu ia membangunkan istrinya. Jika istrinya enggan, maka ia memerciki air pada wajahnya. Semoga Allah juga merahmati seorang wanita yang di malam hari melakukan shalat malam, lalu ia membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan, maka istrinya pun memerciki air pada wajahnya.” (HR. Abu Daud, no. 1308 & An-Nasai, no. 1148. Sanad hadits ini dihasankan oleh Al Hafizh Abu Thahir).

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, Minhatul ‘Allam fii Syarh Bulughil Maram karya Syaikh ‘Abdullah bin Shaleh Al Fauzan, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=”fawaid-hadis”]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabi ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Artikel Terkait

Back to top button