Faedah Hadist

Fawaid Hadist #34 | Berlindung Kepada Allah Ta’ala Dari Setan Tatkala Marah

Fawaid Hadist #34 | Berlindung Kepada Allah Ta’ala Dari Setan Tatkala Marah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #34 | Berlindung Kepada Allah Ta’ala Dari Setan Tatkala Marah. Selamat membaca.


وعنْ سُلَيْمانَ بْنِ صُرَدٍ رضي اللَّه عنهُ قال : كُنْتُ جالِساً مع النَّبِي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، ورجُلان يستَبَّانِ وأَحدُهُمَا قَدِ احْمَرَّ وَجْهُهُ . وانْتفَخَتْ أودَاجهُ . فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنِّي لأعلَمُ كَلِمةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عنْهُ ما يجِدُ ، لوْ قَالَ : أَعْوذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ذَهَبَ عنْهُ ما يجدُ . فقَالُوا لَهُ : إِنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : «تعوَّذْ بِاللِّهِ مِن الشَّيَطان الرَّجِيمِ »

Dari Sulaiman bin Shurad beliau berkata: “(Ketika) aku sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada dua orang laki-laki yang sedang (bertengkar dan) saling mencela, salah seorang dari keduanya telah memerah wajahnya dan mengembang urat lehernya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat yang seandainya dia mengucapkannya maka niscaya akan hilang kemarahan yang dirasakannya. Seandainya dia mengatakan: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”, maka akan hilang kemarahan yang dirasakannya.” Lalu para sahabat pun berkata padanya (orang yang merah padam mukanya karena marah tadi): “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

Baca Juga:  Fawaid Hadist #59 | Bertawakal Seperti Tawakalnya Burung

(HR. Bukhari, no. 6115 dan Muslim, no. 2610).


Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah-faedah berharga, di antaranya;

1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa memberi petunjuk kepada orang yang sedang marah untuk melakukan sebab-sebab yang bisa meredakan kemarahan dan menahannya, di antaranya adalah dengan meminta perlindungan pada Allah Ta’ala dari godaan setan, karena marah yang bukan karena Allah Ta’ala dan agama hanya akan berakhir pada penyesalan.

2. Marah itu adalah sifat tabi’at manusia, dan jika ditunggangi oleh setan hanya akan berakhir pada keburukan, maka setiap insan harus segera meminta perlindungan. Allah Ta’ala memerintahkan kita apabila kita diganggu setan hendaknya kita berlindung kepada-Nya,

Baca Juga:  Fawaid Hadist #49 | Sifat Mulia, Allah Pun Cemburu

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika setan datang mengodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (QS. al-A’râf/7 : 200).

3. Dianjurkan memberikan nasihat pada manusia pada waktu yang dibutuhkan, walaupun mereka tidak memintanya.

4. Boleh menukilkan nasihat berharga pada orang lain yang belum mendengar tanpa perlu izin darinya, tujuannya adalah memberi manfaat bagi pendengar.

5. Sahabat adalah manusia biasa yang juga bisa marah, dan bagusnya dakwah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana beliau tidak secara langsung mendakwahi orang yang sedang marah, tapi melalui perantara orang lain, dan ini masuk dalam metode dakwah yang sangat indah yaitu melihat sikon (situasi dan kondisi) yang didakwahi dan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga:  Fawaid Hadist #25 | Ikhlas Dan Bersabar Melepaskan Kepergian Orang Terkasih Dari Dunia

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi: Syarah Riyadhus Shalihin karya syaikh Shalih al Utsaimin rahimahullah dan Kitab Bahjatun Naadziriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabi ).

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button