Faedah Hadist

Fawaid Hadist #158 | Membenci & Adab Mengingkari Kemungkaran Pemimpin

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Fawaid Hadist #158 | Membenci & Adab Mengingkari Kemungkaran Pemimpin

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #158 | Membenci & Adab Mengingkari Kemungkaran Pemimpin. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ سَلَمَةَ هِنْدٍ بِنْتِ أَبِي أُمَيَّةَ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: « إِنَّهُ يُسْتَعْمَلُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ فَتَعْرِفُوْنَ وَتُنْكِرُوْنَ فَمِنْ كَرِهَ فَقَدْ بَرِىءَ وَمَنْ أَنْكَرَ فَقَدْ سَلِمَ، وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ » قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ أَلَا نُقَاتِلُهُمْ؟ قَالَ: « لَا، مَا أَقَامُوْا فِيكُمْ الصَّلَاةَ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Ummul Mukminin, Ummu Salamah, Hindun binti Abi Umayyah Huzaifah radhiyallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa sesungguhnya baginda bersabda:

“Sesungguhnya telah ditetapkan atas kalian beberapa orang pemimpin, kalian akan mengetahuinya (sebagian perbuatan mereka yang sesuai syariat) dan kalian mengingkarinya (sebagian perbuatan mereka yang melanggar syariat). Barangsiapa yang membenci (pelanggaran tersebut), maka ia terbebas (dari dosa), dan barangsiapa yang mengingkari maka ia selamat. Tetapi barangsiapa yang meridhai dan mengikuti (maka dia telah bermaksiat).”

Mereka (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah kami harus memerangi mereka?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jangan, selagi mereka masih mendirikan shalat bersama kalian.” (HR. Muslim, no. 1854).

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

  1. Siapa saja yang membenci kemungkaran dengan hatinya dan tidak mampu mengingkari dengan tangannya maupun dengan lisannya, maka ia bebas dari dosa, berarti ia juga telah menunaikan tugasnya. Adapun orang yang mengingkarinya sesuai dengan kemampuannya, maka ia akan selamat dari maksiat. Sebaliknya barangsiapa yang rida dengan perbuatan mereka yang bermaksiat dan mengikutinya, berarti dia adalah orang yang bermaksiat.
  2. Pelajaran berharga dari hadits ini menunjukkan bahwa mereka para pemimpin itu, jika kita melihat sesuatu dari mereka yang kita ingkari, maka kita harus memungkiri hal tersebut dan membencinya dengan cara syar’i (bukan semaunya kita, ada cara dan adab). Apabila mereka diberi hidayah, maka akan bermanfaat bagi kita dan bagi mereka, jika tidak, maka manfaat buat kita dan bencana atas mereka.
  3. Sesungguhnya kita tidak boleh memerangi para pemimpin yang kita lihat berbuat kemungkaran, karena dalam memerangi mereka itu terdapat keburukan yang lebih besar dan akan menghilangkan banyak kebaikan. Karena jika mereka diperangi atau dilawan, maka hal itu tidak akan menambah kecuali keburukan mereka. Mereka memandang bahwa diri mereka di atas semuanya. Jika ada orang-orang mencela mereka, maka orang-orang tersebut akan disiksa atau bahkan dibunuh dan bertambahlah kejahatan para pemimpin tersebut. Hanya saja Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan satu syarat untuk memerangi mereka, baginda bersabda, “Selagi mereka masih mendirikan shalat.” Ini menunjukkan bahwa jika para pemimpin itu tidak mendirikan shalat, dan kita punya kesempatan menang melawan mereka, maka mereka boleh diperangi.
  4. Dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa meninggalkan shalat adalah kekafiran, oleh karena itu, kita tidak boleh memerangi para penguasa kecuali jika kita melihat dengan jelas kekafiran pada diri mereka, serta adanya petunjuk dari Allah Ta’ala (syarat dan ketentuan berlaku).
  5. Peringatan keras bagi siapa saja yang ingin membuat keributan dan kekacauan dalam negeri, dan menyebaran fitnah di tengah masyarakat tanpa bukti yang nyata, alias dalilnya sangat lemah dan minim petunjuk ilahi.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=fawaid-hadis]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

[div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button