https://socialbarandgrill-il.com/ situs togel dentoto https://dentoto.cc/ https://dentoto.vip/ https://dentoto.live/ https://dentoto.link/ situs toto toto 4d dentoto https://vlfpr.org/ http://jeniferseo.my.id/ https://seomex.org/ omtogel https://omtogel.site/ personal-statements.biz https://www.simt.com.mk/ https://www.aparanza.it/ https://vivigrumes.it/ https://interpolymech.com/ https://frusabor.com/ https://www.aparanza.it/ https://www.ibcmlbd.com/ https://uhra.com.ua/ https://www.newdayauctions.com/ https://chai-sacco.co.ke/
Fawaid Hadist #136 | Adab - Adab Islami Ketika Makan
Faedah Hadist

Fawaid Hadist #136 | Adab – Adab Islami Ketika Makan

Fawaid Hadist #136 | Adab – Adab Islami Ketika Makan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #136 | Adab – Adab Islami Ketika Makan. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

عَن جَابرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِلَعْقِ الْأَصَابِعِ وَالصَّحْفَةِ وَقَالَ: « إِنَّكُمْ لَا تَدْرُوْنَ فِي أَيِّهَا الْبَرَكَةُ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ: « إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى، وَلْيَأْكُلْهَا، وَلَا يَدَعْهَا لَلشَّيْطَانِ، وَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ بِالْمَنْدِيْلِ حَتَّى يَلْعَقَ أَصَابِعَهُ، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي في أَيِّ طَعَامِهِ الْبَركَةَ ».

وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ: « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيءٍ مِنْ شَأْنِهِ حَتَّى يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ، فَإِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمْ اللُّقْمَةُ فَلْيُمِطْ مَا كَان بِهَا منْ أَذًى، فَلْيَأْكُلْها، وَلا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ.

 

Dari Jabir radhiyallahu anhu bahwasanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menjilati jari tangan dan piring sehabis makan dan baginda bersabda,

 

“Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di manakah letaknya berkah makanan itu.” (HR. Muslim, no. 2033).

 

Dalam riwayat yang lain, “Jika makanan kalian terjatuh hendaklah mengambilnya, kemudian membersihkan bagian yang kotor dan memakannya, janganlah membiarkan makanan itu untuk setan, hendaknya tidak membersihkan tangannya dengan sapu tangan sehingga menjilatinya kerana ia tidak mengetahui dimanakah letak barakah makanan itu.”

Random Ad Display

 

Juga dalam riwayat yang lain, “Sesungguhnya setan itu selalu hadir menyertai kalian dalam segala kondisi begitu juga ketika makan, jika makanan kalian terjatuh, hendaklah membersihkannya bagian yang kotornya, kemudian memakannya dan tidak membiarkannya untuk setan.”

(HR. Muslim, no. 2033. At-Tirmidzi, no. 1802. An-Nasai dalam Al-Kubrâ, no. 6777, dan lainnya).

[/div]

FAEDAH HADIST

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

 

  1. Pelajaran berharga tentang adab makan bahwa dianjurkan menjilati piring dan jari-jari tangan, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan sesuatu kecuali terdapat kebaikan dan berkah untuk umatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang yang seusai makan langsung membersihkannya dengan sapu tangan kecuali setelah menjilat jarinya (masih ada makanan atau kuah), kemudian setelah itu baru mencucinya dengan sapu tangan atau air. Memang susah mengindahkan Sunnah ini, kecuali bagi mereka yang rendah hati terhadap tuntunan Nabi.

 

  1. Di antara adab makan yang lain adalah jika makanan terjatuh di tanah hendaknya diambil, karena setan itu selalu hadir menyertai setiap aktivitas manusia, makan, minum, hubungan badan dan sebagainya. Jika lupa tidak mengucapkan basmalah ketika makan, setan ikut makan bersama dan menghilangkan berkah pada makanan. Jika makanan terjatuh kemudian tidak diambil maka setan yang akan mengambilnya, tentunya masalah ini adalah ghaib yang kita tidak melihat bagaimana setan mengambilnya. Kita mengetahui dari berita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jujur dan dapat dipercaya, walaupun masih terlihat di depan kita, tetapi hakikatnya telah diambil. Ini adalah masalah ghaib yang kita harus meyakininya.

 

  1. Apabila seseorang mengamalkan adab-adab makan dalam hadist ini, maka ia telah mendapatkan tiga kebaikan yaitu menunaikan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tawadhu karena Allah Ta’ala, dan tidak memberikan kesempatan kepada setan untuk memakan makanannya.

 

  1. Berita tentang adanya keberkahan dalam makanan yang dikonsumsi seorang muslim.

 

  1. Anjuran untuk mengambil makanan sepatutnya, yang dia mampu menghabiskan semua makanan yang ada dalam piringnya.

 

  1. Setan selalu mengintai dan mengambil kesempatan untuk keuntungannya pada setiap apa yang dilakukan manusia.

 

  1. Syariat Islam yang mulia mendukung kebersihan, dan memotivasi umatnya untuk bersih secara lahir dan batin dari segala penyakit dan kotoran yang membahayakan dunia dan akhiratnya.

 

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=fawaid-hadis]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Artikel Terkait

Back to top button