Faedah Hadist

Fawaid Hadist #104 | Amalan Setara Jihad Di Jalan Allah

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Fawaid Hadist #104 | Amalan Setara Jihad Di Jalan Allah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #104 | Amalan Setara Jihad Di Jalan Allah. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « أَلاَ أَدُلُّكَمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ » قَالُوا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: « إسْبَاغُ الْوُضُوْءِ عَلَى الْمَكَارِةُ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدِ الصَّلاَةِ، فَذَلِكُمُ الرِّذبَاطُ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapuskan dosa-dosa dan mengangkat derajat kalian?”

Mereka menjawab, “Sudah tentu, wahai Rasulullah.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai, memperbanyak melangkah ke masjid dan menunggu shalat berikutnya seusai shalat. Hal itu ibarat ribath (menjaga perbatasan dari serangan musuh).” (HR. Muslim, no. 251).

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menawarkan sesuatu dalam bentuk pertanyaan kepada para sahabat, beliau mengetahui apa yang akan diucapkan (dijawab) oleh mereka, tetapi Rasul tetap melakukannya karena termasuk metode pengajaran Nabi yang indah menyampaikan pertanyaan agar terjadi interaksi dan menarik fokus perhatian para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in.

2. Kemuliaan menyempurnakan wudhu pada cuaca yang sangat dingin karena air sangat dingin atau pada kondisi yang sulit. Karena menyempurnakan wudhu pada waktu itu sangat berat, seseorang yang mengalami kesulitan ini menunjukkan tingginya keimanannya, dan Allah Ta’ala akan mengangkat derajatnya dan menghapuskan dosanya.

3. Keutamaan memperbanyak langkah kaki ke masjid, khususnya untuk menunaikan shalat berjama’ah lima waktu, setiap kali ia melangkah pergi ke masjid maka semakin banyak pahala yang ia dapatkan, karena seseorang yang berwudhu di rumahnya dengan sempurna, kemudian ia keluar menuju ke masjid untuk menunaikan shalat, maka setiap langkahnya Allah ‘Azza wa Jalla akan mengangkat derajat baginya setiap kali ia melangkah, dan dihapuskan kesalahannya.

4. Faedah berharga tentang motivasi untuk menunggu shalat berjamaah setelah shalat, seseorang yang melakukan hal ini menunjukkan betapa rindu dan cintanya terhadap shalat berjamaah, keterkaitan serta keterpautan hatinya dengan masjid dan juga menunjukkan ketinggian imannya, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

جعلت قُرَّة عَيْني فِي الصَّلَاة

“Telah dijadikan kesenanganku (ketenangan) di dalam shalat.” (HR. Ahmad, An Nasa’I, dan selainnya. Di nilai shahih oleh Albani dalam Shahih Al Jami’, no. 3093).

5. Seorang yang menunggu shalat berikutnya maka Allah Ta’ala akan mengangkat derajat dan menghapuskan kesalahan-kesalahannya; “Itulah yang disebut dengan ribath,” Kata ribath makna asalnya adalah berjaga dalam medan jihad melawan musuh, mengikat kuda-kuda dan mempersiapkannya, inilah termasuk amal yang paling utama. Begitu juga banyak amal shalih dan ibadah dalam hadits ini, yaitu selalu menjaga kesucian dan menyempurnakannya (wudhu), berusaha shalat berjama’ah dan menunggu waktu shalat berikutnya di masjid, semua ini sebagai bentuk amalan ibadah yang berjihad di jalan Allah Ta’ala.

6. Keutamaan mendirikan rumah yang jauh dari masjid, dan pemilik rumah ini (pria) atau yang tinggal berjauhan dari masjid juga rajin berjalan menunaikan shalat berjama’ah di masjid.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=fawaid-hadis]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button