Artikel

Doa Rasulullah Agar Hujan Reda (Hadits dan Fiqihnya)

Doa Rasulullah Agar Hujan Reda

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Doa Rasulullah Agar Hujan Reda (Hadits dan Fiqihnya), selamat membaca.


Berikut ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah () agar hujan cepat reda.

1. Doa Agar Hujan Reda Versi Pendek

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا

Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa.

Artinya:
“Ya Allah jadikan hujan ini di sekitar kami, bukan tepat di atas kami.”

2. Doa Agar Hujan Reda Versi Panjang

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, allahumma ‘alal aakaami wadh dhiroobi, wa buthuunil Audiyati, wa manaabitisy syajarari

Artinya: :
“Ya Allah jadikan hujan ini di sekitar kami, bukan tepat di atas kami. Ya Allah jadikan hujan ini di atas perbukitan, anak-anak gunung, lembah-lembah, dan perhutanan.”

3. Pembahasan Ringkas Hadits Doa Ini

Dalam Hadits Al-Bukhari no. 1014 dan Muslim no. 897 diceritakan, bahwa kota Madinah pernah dilanda hujan satu minggu berturut tanpa henti, dari hari Jum’at hingga Jum’at berikutnya.

Hingga seorang sahabat, memohon kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar berdoa sehingga hujan bisa reda.

Sahabat tersebut berkata:

“Ya Rasulullah, sekarang harta benda musnah, jalan-jalan terputus, mintalah kepada Allah, agar hujan ini reda.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, pun mengangkat tangannya, lalu berdoa:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, allahumma ‘alal aakaami wadh dhiroobi, wa buthuunil audiyati, wa manaabitisy syajarati

Inilah doa yang dipanjatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika itu.

Yang mana artinya adalah:

“Ya Allah jadikan hujan ini di sekitar kami, bukan tepat di atas kami. Ya Allah jadikan hujan ini di atas perbukitan, anak-anak gunung, lembah-lembah, dan perhutanan”

Inilah doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika itu. Doa agar hujan reda.

4. Doa ini Bukan Untuk Menolak Rizki

Doa ini tidak termasuk menolak rizki Allah (), bukan berarti kita tidak mau dihujani, tapi kita hanya meminta kepada Allah, agar tempat turunnya hujan berpindah.

Semisal kita sedang diperjalanan, namun tidak membawa jas hujan, atau memberatkan kita. Nah saat itu kita memohon kepada Allah agar memindahkan tempat turunnya di tempat sekitar kita, tidak tepat di atas kita.

Nah saat itu boleh, bagi kita berdoa dengan doa ini, agar tempat turunnya hujan dipindah di tempat lain di sekitar kita. Tidak tepat di atas kita.

Dan dalam istilah bahasa arab, doa ini dinamakan istish-haa’ (الاستصحاء).

5. Cerita Lengkap Doa Ini

Diceritakan oleh sahabat Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu. Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari no 1014 dan Imam Muslim no 897. Berikut haditsnya:

[Seorang Laki-laki Masuk Masjid Pada Hari Jum’at]

Pada hari Jum’at, ada seorang laki-laki memasuki masjid (nabawi),

Ia masuk dari pintu yang dekat dengan “Dar Al-Qadha ” (ketika itu berada di sebelah kanan masjid)

[Berbicara Dengan Khatib Yang Sedang Berkhutbah]

Ia masuk masjid ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berkhutbah,

Ia pun langsung berdiri menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Lalu ia berkata:

Wahai Rasulullah (), harta benda telah musnah (karena kekeringan), jalan-jalan terputus (karena hewan tunggangan tidak memiliki air minum).

Berdoalah kepada Allah, agar menurunkan hujan kepada kami.

[Istisqa, Doa Meminta Hujan]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun langsung mengangkat kedua tangannya, lalu berdoa:

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Allahumma Aghitsnaa, Allahumma Aghitsnaa, Allahumma Aghitsnaa

“Ya Allah turunkan hujan untuk kami, Ya Allah turunkan hujan untuk kami, Ya Allah turunkan hujan untuk kami” (Beliau berdoa 3x)

[Doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terkabul]

Anas -rhadiyallahu ‘anhu- pun, berkata:

“Demi Allah, ketika itu tidak ada sedikit pun awan di langit”

“(Keadaan itu sangat jelas) karena dahulu belum ada rumah di antara masjid dan gunung sal’ ” jelas pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini,

“Tiba-tiba saja, muncul awan kecil, bulat dari belakang gunung tersebut

Ketika sampai di tengah langit, awan tersebut menyebar dan melebar kemudian turunlah hujan”

[Hujan Satu Minggu]

Anas –rhadiyallahu ‘anhu– meneruskan ceritanya:

“Demi Allah, selama satu minggu kami tidak melihat matahari sama sekali”

[Salah Seorang Minta Agar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Berdoa Sehingga Hujan Reda]

Lalu pada hari Jum’at berikutnya, masuk seorang lelaki (salah seorang sahabat) dari pintu yang dahulu dimasuki oleh orang yang meminta hujan.

Ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berdiri berkhutbah

[Mengajak Bicara Khatib Boleh]

Ia langsung menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata:

“Wahai Rasulullah, harta benda musnah (karena hujan), jalan-jalan pun terpotong tidak bisa dilalui. Mohon, berdoalah kepada Allah, agar hujan ini reda”

[Istish-ha, Memohon Agar Hujan Reda]

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pun mengangkat kedua tangannya, lalu berdoa:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Ya Allah jadikan hujan ini di sekitar kami, bukan tepat di atas kami. Ya Allah jadikan hujan ini di atas perbukitan, anak-anak gunung, lembah-lembah, dan perhutanan”.

“Hingga hujanpun reda” jelas Anas bin Malik -rhadiyallahu ‘anhu-.

“Dan kami bisa berjalan di bawah sinar matahari”

Salah seorang rawi hadits, murid Anas bin Malik –rhadiyallahu ‘anhu-, yang bernama Syarik bertanya:

“Apakah orang yang meminta agar hujan tersebut reda, adalah orang pertama yang meminta hujan dahulu ?”

Anas menjawab:

“Saya tidak tahu”

Itulah hadits yang menceritakan doa agar hujan reda.

Ada beberapa faedah dalam hadits ini :

  1. Disunnahkannya mengulang doa 3x, sebagaimana saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta hujan dalam hadits ini.

  2. Bolehnya meminta seorang yang baik, shalih, agar berdoa kepada Allah

  3. Di antara adab meminta doa kepada orang lain adalah menyampaikan keadaan yang ada padanya, sebagaimana dilakukan oleh sahabat yang meminta hujan dan meminta agar hujan reda, mereka menyampaikan keadaan mereka.

  4. Bolehnya berbicara kepada khatib saat khutbah. Adapun berbicara dengan orang lain, selain khatib, maka ini terlarang.

  5. Pada hadits tersebut ada tanda-tanda kenabian, dengan terkabulnya doa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat meminta hujan ataupun saat meminta reda.

  6. Di antara adab berdoa agar hujan reda adalah tidak meminta agar hujan berhenti secara total, tapi meminta agar hujan tersebut dipindahkan ke tempat lain.

  7. Berdoa agar Allah menghilangkan sesuatu yang bermudharat, menyebabkan kerusakan dan kerugian, tidak bertentangan dengan tawakal

Semoga pembahasan doa agar hujan reda ini bermanfaat, wallahu a’lam bish shawab.


Disusun oleh:

Ustadz Ratno, Lc. حفظه الله (Kontributor bimbinganislam.com)
6 Jumadal Awwal 1441 H/ 2 Januari 2020 M
Diperbaharui 4 Rabiul Akhir 1443 / 10 November 2021



Ustadz Ratno, Lc.
Kontributor Bimbingan Islam (BiAS), Alumni Universitas Islam Madinah Jurusan Hadits
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Ratno حفظه الله klik disini

Baca Juga :  Menyingkap Makna di Balik Mimpi

Ustadz Ratno, Lc.

Beliau adalah Alumni King Saud University Riyadh (1 semester) kemudian di terima di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia jurusan Hadits, lulus 2018 | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Menulis artikel, Menjawab pertanyaan-pertanyaan member bias, Rekaman syamail nabawiyyah dan manhajussalikin, Khatib Jum’at dibeberapa masjid di daerah yogyakarta, Menggantikan beberapa ustadz jika berhalangan dibeberapa masjid di yogyakarta

Related Articles

Back to top button