ArtikelIbadah

Doa Atau Niat Mandi Wajib

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Doa Mandi Wajib atau Mandi Junub

Para pembaca Bimbinganislam.com yang selalu mencari kecintaan Allah berikut kami sajikan pembahasan tentang doa atau niat mandi wajib (mandi junub). Selamat membaca.

Doa merupakan senjata orang-orang yang beriman. Sehingga seorang hamba tidak patut meninggalkan doa kepada Rabbnya. Apalagi telah ada perintah dan janji dari-Nya:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ

Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkan permohonan kalian.”
(QS. al-Ghafir: 60)

Namun perlu kita perhatikan untuk berdoa itu ada adab-adabnya, ada tuntunan syariat yang harus kita ikuti, ada syarat-syarat yang harus terpenuhi dan tidak boleh diabaikan bila memang diinginkan doa itu mustajab (terkabul).

Tata Cara Doa Sudah Diatur Oleh Nabi pada Setiap Keadaan

Berkenaan dengan mandi wajib (diwajibkan mandi karena hadas besar; Janabah\junub; Mimpi Basah) telah datang beberapa riwayat dari nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, antara lain hadits yang disampaikan oleh dua istri beliau ‘Aisyah dan Maimunah radhiallahu ‘anhuma yang diriwayatkan dalam Ash-Shahihain (Imam Bukhari dan Muslim).

Ulama bersepakat, tata cara mandi yang disebutkan dalam hadits keduanya ini merupakan tata cara yang paling sempurna.
(Lihat Bidayatul Mujtahid, hal. 41).

Dalam hadits Maimunah radhiallahu ‘anha disebutkan (artinya):

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan air untuk mandi janabah.
Beliau menuangkan air dengan tangan kanannya ke atas tangan kirinya dua atau tiga kali. Kemudian mencuci kemaluannya. Setelahnya beliau menggosokkan tangannya ke bumi/tanah – atau dinding/tembok – dua atau tiga kali.

Lalu beliau madhmadhah (berkumur-kumur) dan istinsyaq (memasukkan air ke hidung lalu istinsyar yakni mengeluarkannya kembali–pent.) Beliau mencuci wajahnya dan dua lengannya. Kemudian menuangkan air ke atas kepalanya. Lalu membasuh tubuhnya.

Setelahnya beliau menyingkir/berpindah dari tempatnya, lalu mencuci kedua kakinya.

Maimunah berkata: Aku pun memberikan kain/handuk kepada beliau (untuk mengusap/mengelap tubuh beliau) namun beliau tidak menginginkannya. Maka mulailah beliau mengibaskan air dengan tangannya”
(HR. Al-Bukhari no. 274 dan Muslim no. 720).

Dalam hadits ini tidak dijelaskan baik wajib maupun sunnahnya (anjuran) berdoa sebelum mandi. Dan begitu juga hadits dari Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha.

Dan Nabi kita tidaklah memberikan petunjuk dalam masalah agama kecuali yang terbaik.
Bahkan terdapat hadits dari Ummu Salamah radhiallahu anha ketika beliau radhiallahu ‘anha  bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang mandi wajib. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

إِنَّمَا يَكْفِيْكِ أَنْ تَحْثِي عَلَى رَأْسِكَ ثَلاَثَ حَثَيَاتٍ مِنْ مَاءٍ ثُمَّ تَفِيْضِيْ عَلَى سَائِرِ جَسَدِكِ مِنَ الْمَاءِ فَإِذَا أَنْتِ قَدْ طَهُرْتِ

Kamu cukup menuangkan air di atas kepalamu sebanyak tiga kali kemudian setelah itu menyirami seluruh badanmu dengan air, dengan demikian berarti kamu sudah suci”
(HR. Imam Ahmad dan dinilai shahih oleh syaikh al-Albani dalam shahihul jami’ no. 2385).

Maka adakah doa mandi wajib?

Dalam hadits-hadits di atas tidak disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa sebelum mandi wajib. Maka cukuplah bagi kita menjadikan beliau sebagai contoh dan panutan.

Pertanyannya apakah ada doa untuk mandi wajib?
Jawabannya tidak ada doa mandi wajib secara khusus,
akan tetapi cukupkan diri berniat dalam hati dan berdoalah sebelum masuk kamar mandi.

Wallahu Ta’ala a’lam,
Wabillahit taufiq.

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)



Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button