Doa Istighotsah dan Penjelasannya

Doa Istighotsah dan Penjelasannya

Doa Istighotsah dan Penjelasannya

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Afwan ustadz izin bertanya.
Mohon penjelasan mengenai istighatsah yang sesuai syariat.
Dan berdoa bersama yang dipimpin oleh 1 orang dan yang lainnya mengaminkan. Apakah seperti ini ada tuntunannya?
Hanya berdoa saja tidak ada dzikir berjamaah atau lainya.

(Disampaikan oleh Sahabat BiAS T08 G-01)

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Istighatsah adalah doa dengan tingkat permohonan yang sangat mendesak, ingin dikabulkan.

Sehingga istighatsah ini seperti doa, hanya saja permohonannya tingkat tinggi, dan ingin agar Allah mengabulkannya.
Dan bisa dilakukan sendiri.

Dan nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah beristighatsah :

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu : “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”

( QS. Al-Anfal : 7 )

Dan saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dengan sungguh-sungguh, sampai-sampai selendang beliau jatuh dari pundaknya.

Saat terjadi perang Badr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat pasukan orang-orang Musyrik berjumlah seribu pasukan, sedangkan para sahabat beliau hanya berjumlah tiga ratus sembilan belas orang.

Kemudian Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadapkan wajahnya ke arah kiblat sambil menengadahkan tangannya, beliau berdo’a :

ALLAHUMMA ANJIS LII MAA WA’ADTANI, ALLAHUMMA AATI MAA WA’ADTANI, ALLAHUMMA IN TUHLIK HAADZIHIL ‘ISHAABAH MIN AHLIL ISLAM LA TU’BAD FIL ARDLI

Ya Allah, tepatilah janji-Mu kepadaku.
Ya Allah, berilah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku.
Ya Allah, jika pasukan Islam yang berjumlah sedikit ini musnah, niscaya tidak ada lagi orang yang akan menyembah-Mua di muka bumi ini.

Demikianlah, beliau senantiasa berdo’a kepada Rabbnya dengan mengangkat tangannya sambil menghadap ke kiblat, sehingga selendang beliau terlepas dari bahunya.

Abu Bakar lalu mendatangi beliau seraya mengambil selendang dan menaruhnya di bahu beliau, dan dia selalu menyeratai di belakang beliau.”

Abu Bakar kemudian berkata, “Ya Nabi Allah, cukuplah kiranya anda bermunajat kepada Allah, karena Dia pasti akan menepati janji-Nya kepada anda.”

Lalu Allah menurunkan ayat :

‘((Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu : “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut).’

(Qs. Al Anfaal: 9)

“Allah lalu membantunya dengan tentara Malaikat.”

(HR. Muslim no 1763)

Kemudian, saat ada seorang yang berdoa, kemudian dia mengaminkan maka hal tersebut boleh. Sebagaimana dalam surat Yunus ayat 89, saat itu Nabi Musa ‘alaihissalam yang berdoa, tapi Allah berfiman :

قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا

AlIah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua”

Dan hal tersebut dikarenakan saat itu Nabi Harun ‘alaihissalam ikut mengaminkan doa Nabi Musa ‘alaihissalam.

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Selasa, 9 Jumadil Awwal 1440 H / 15 Januari 2018 M

 



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS