Derajat Hadits Istri Bisa Hamil Tanpa Obat dan Dokter

Derajat Hadits Istri Bisa Hamil Tanpa Obat dan Dokter

Derajat Hadits Istri Bisa Hamil Tanpa Obat dan Dokter

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, bagaimana derajat hadits berikut ?

TIDAK PERLU OBAT DAN KE DOKTER, ISTRI PUN BISA CEPAT HAMIL

(ﻓﺎﺋﺪﺓ) ﺭﻭﻱ ﺃﻧﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ﻋﻠﻤﻨﻲ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﺩﻭﺍﺀ ﻻ ﺃﺣﺘﺎﺝ ﻣﻌﻪ ﺇﻟﻰ ﺩﻭﺍﺀ ﻭﻻ ﻃﺒﻴﺐ ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﻭﻋﺜﻤﺎﻥ ﻭﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﻣﺎ ﻫﻮ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﺇنا ﺑﻨﺎ ﺣﺎﺟﺔ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺆﺧﺬ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻣﺎﺀ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﻭﺗﺘﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺳﻮﺭﺓ ﺍﻹﺧﻼﺹ ﻭﺍﻟﻔﻠﻖ ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﺁﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﻣﺮﺓ ﻭﻳﺸﺮﺏ ﻏﺪﻭﺓ ﻭﻋﺸﻴﺔ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻓﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻌﺜﻨﻲ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻧﺒﻴﺎ ﻟﻘﺪ ﻗﺎﻝ ﻟﻲ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﺇﻧﻪ ﻣﻦ ﺷﺮﺏ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺟﺴﺪﻩ ﻛﻞ ﺩﺍﺀ ﻭﻋﺎﻓﺎﻩ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﻣﺮﺍﺽ ﻭﺍﻷﻭﺟﺎﻉ ﻭﻣﻦ ﺳﻘﻲ ﻣﻨﻪ ﺍﻣﺮﺃﺗﻪ ﻭﻧﺎﻡ ﻣﻌﻬﺎ ﺣﻤﻠﺖ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ تعالى ﻭﻳﺸﻔﻲ ﺍﻟﻌﻴﻨﻴﻦ ﻭﻳﺰﻳﻞ ﺍﻟﺴﺤﺮ ﻳﻘﻄﻊ ﺍﻟﺒﻠﻐﻢ ﻭﻳﺰﻳﻞ ﻭﺟﻊ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻭﺍﻷﺳﻨﺎﻥ ﻭﺍﻟﺘﺨﻢ وﺍﻟﻌﻄﺶ ﻭﺣﺼﺮ ﺍﻟﺒﻮﻝ ﻭﻻ ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﺣﺠﺎﻣﺔ ﻭﻻ ﻳﺤﺼﻰ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻊ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻟﻪ ﺗﺮﺟﻤﺔ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﺍﺧﺘﺼﺮﻧﺎﻫﺎ والله تعالى أعلم.

Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda: Jibril mengajariku sebuah obat yang tidak usah butuh pada obat lain dan dokter.
Kemudian Sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bertanya, “Obat apa itu wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami membutuhkan obat itu.” Lalu Nabi Muhammad ﷺ bersabda : Ambillah sedikit air hujan dan bacakanlah surat Al-Fātihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Nās, dan ayat Al-Kursiy. Masing-masing dibaca sebanyak 70x dan diminum waktu pagi dan sore selama 7 hari.
Demi Dzat yang telah mengutusku dengan hak sebagai seorang Nabi, sungguh Jibril telah berkata kepadaku: ”Sesungguhnya, barangsiapa yang minum air tersebut, maka Allah akan menghilangkan segala penyakit dari tubuhnya dan Allah akan menyembuhkan dari semua sakit dan penyakit, dan barang siapa yang meminumkan air tersebut pada istrinya, lalu tidur bersamanya, maka istri akan bisa hamil dengan izin Allah.
Dan air tersebut juga bisa menyembuhkan mata, menghilangkan sihir, menghilangkan dahak, menyembuhkan sakit dada, sakit gigi, pencernaan, sembelit, kencing tidak lancar dan tidak butuh dibekam (cantuk) dan banyak kemanfaatan lain yang tak dapat menghitungnya kecuali Allah Ta’ala.
(Annawadir 142.)

Jazakallahu khoiron ustadz.

(Disampaikan oleh Fulan, Admin N07)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh, washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Hadits ini tidak memiliki sanad, bahkan yang lemah sekalipun, sehingga ia adalah hadits yang tidak ada asal-usulnya. Serta tidak layak untuk disebarkan apatah lagi diyakini sebagai sebuah amalan yang disyariatkan, naudzubillah min dzalik.

Disebutkan dalam salah satu fatwa tatkala ditanyakan status hadits tersebut di atas, di antara jawabannya dinyatakan di sana :

لا نعرف حديثا يُروى عن النبي صلى الله عليه وسلم بهذا السياق ، ولو بسند غير صحيح ، والذين صنفوا في فضائل القرآن وتفسيره من أهل العلم لم يذكر واحد منهم فيما نعلم شيئا من ذلك ، وهذه الأحاديث الصحيحة الثابتة في فضائل هذه السور المذكورة معروفة مشهورة ، ولكنها لا تشتمل على مثل هذه المجازفات ، وإنما يتداول هذا الحديث الباطل بعض أهل البدعة ممن لا يعرف العلم ولا اشتم رائحته ، وهو فوق ذلك لا يتورع عن الكذب على الله ورسوله .

“Kami tidak pernah mengetahui ada hadits diriwayatkan dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan redaksi seperti ini meskipun dengan sanad yang tidak shahih. Para ulama yang menulis tentang keutamaan Al-Qur’an dan tafsirnya tidak pernah satu pun dari mereka menyebutkan hal ini sedikitpun setahu kami.

Hadits-hadits yang shahih yang menyebutkan keutamaan surat-surat tersebut di atas sudah sangat ma’ruf akan tetapi tidak mengandung aturan seperti ini.

Akan tetapi yang menyebar-nyebarkan hadits yang batil ini adalah ahli bid’ah yang tidak memiliki ilmu serta tidak pernah mencium wanginya ilmu. Dan mereka tidak memiliki perasaan khawatir dari berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.”
(Fatawa Islamqa no. 181905).

Tambahan Faedah :

Berdo’a Di Suatu Masjid Agar Dikaruniai Keturunan

 

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Senin, 25 Rajab 1440 H / 01 April 2019 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS