Derajat Hadits ‘Wanita yang Menegur Khalifah Umar Bin Khattab’

Derajat Hadits ‘Wanita yang Menegur Khalifah Umar Bin Khattab’

Derajat Hadits ‘Wanita yang Menegur Khalifah Umar Bin Khattab’

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, adakah hadist yang menceritakan mengenai seorang wanita yang menegur khalifah Umar bin Khatab di depan khalayak umum?

جَزَاك الله خَيْرًا

(Disampaikan Oleh Sahabat BiAS)


Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Iya benar ada riwayat menyatakan demikian, hanya saja ia adalah riwayat yang dilemahkan oleh banyak sekali para ulama, diantaranya Imam Al-Albani melemahkan riwayat ini di dalam kitab Irwa’ul Ghalil: 6/348.

Sebagian ulama lainnya menyatakan riwayat ini sebagai riwayat yang hasan. Syaikh Musthafa Al-Adawi termasuk yang menyatakan riwayat ini berderajat hasan, sebagaimana beliau nyatakan di dalam kitab Jami’ Ahkamin Nisa’ : 3/301.

Akan tetapi ada dua hal yang hendak kami sampaikan berkaitan dengan riwayat ini;

1. Sebagian orang menjadikan riwayat ini sebagai dalil bolehnya demonstrasi dan mengkritisi penguasa di hadapan khalayak.

Ini jelas keliru, karena dalam kisah itu disebutkan si wanita tadi menyampaikan kritikan langsung kepada Umar bin Khathab radhdiyallahu anhu. Sedangkan yang dilakukan oleh para hizbiyin harakiyin justru mereka mengkritisi penguasa di belakang penguasa.

Jauh dari penguasa, di media masa, di hadapan khalayak, padahal penguasa yang ia kritisi tidak ada di lokasi tersebut. Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

“Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan Penguasa yang zalim.”
(HR. Abu Daud : 4344, Tirmidzi : 2174, Ibnu Majah : 4011. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Di hadapan Penguasa langsung bukan di belakang, bukan main petak umpet.

2. Sebagian orang juga berdalil dengan riwayat ini untuk mencela Umar bin Khathab radhiyallahu anhu.

Justru seandainya riwayat ini shahih, maka ia menjadi bukti serta dalil akan keutamaan Umar bin Khathab radhiyallahu anhu. Maka dari itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan:

أن هذه القصة دليل على كمال فضل عمر ودينه وتقواه ورجوعه إلى الحق إذا تبين له ، وأنه يقبل الحق حتى من امرأة ، ويتواضع له ، وأنه معترف بفضل الواحد عليه ولو في أدنى مسألة ، وليس من شرطِ الأفضل أن لا ينبهه المفضول لأمرٍ من الأمور ، فقد قال الهدهد لسليمان { أحطت بما لم تحط به وجئتك من سبأٍ بنبأٍ يقينٍ }  سورة النمل 22 /

“Adapun kisah ini menjadi dalil akan sempurnanya keutamaan serta kwalitas agama Umar bin Khathab, dalil akan ketaqwaan beliau dan cepatnya kembali kepada kebenaran jika telah jelas kebenaran itu.

Dan bahwasanya *Beliau menerima kebenaran meskipun asalnya dari seorang wanita sekalipun,* beliau tunduk pada kebenaran dan bahwasanya beliau mengakui keutamaan orang lain atas beliau meski di dalam amsalah yang sederhana.

Tidak menjadi syarat seorang yang memiliki keutamaan itu untuk tidak dikritisi oleh orang yang lebih rendah keutamannya dalam satu diantara sekian masalah. Burung Hud-hud pernah berkata kepada Sulaiman; “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.”
(QS An-Naml : 22).
_________
(Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah: 6/76).

Wallahu a’lam, wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
📆 Kamis, 21 Rajab 1440 H / 28 Maret 2019 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS