Dengan Melanggar Aturan Allah, Sebuah Rumah Tangga Dapat Hancur

Dengan Melanggar Aturan Allah, Sebuah Rumah Tangga Dapat Hancur

Dengan Melanggar Aturan Allah, Sebuah Rumah Tangga Dapat Hancur

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, ijin bertanya beberapa hal.

Teman ana, pasangan suami istri sudah 7 tahun menikah.
Ternyata, si istri tersebut mempunyai PIL (Pria Idaman Lain), yang tidak lain adalah kekasihnya sewaktu sekolah.
Si istri tersebut berbohong kepada suami (ijin pergi ke Kota A, tenyata ke Kota B) untuk bertemu dengan PIL nya tersebut.
Dan Qodarullah setelah pulang (3 hari Fulanah ini di kota B dengan PILnya), perselingkuhannya diketahui oleh sang suami pada waktu mengecek hp si istri.
Sang suami marah dan meminta cerai, namun sang istri merasa menyesal dan ingin meminta rujuk, dikarenakan mereka juga sudah mempunyai anak.

Pertanyaannya :

1. Apakah bisa menurut hukum pernikahan mereka rujuk kembali ? Berdosakah sang suami ?

2. Bagaimana hukumnya apabila suami langung menceraikan sang istri tersebut ?

3. Suami tersebut sudah mengucapkan talak (untuk pertama kali), apakah sudah bisa bercerai ? Karena ada beberapa pedapat bahwa talak dihitung dari kejadiannya. Apakah bisa langsung talak 3 dan bercerai apabila istri berzina ?

4. Apakah termasuk dosa besar, perselingkuhan yang dilakukan istri ? Apakah ada dalam Al-Qur’an & Hadist yang menjelaskan berapa besar dosa atas perbuatan istri ?

5. (Ini untuk ana) Apakah ada saran dan nasihat serta doa, untuk kami (akhwat) supaya dijauhkan seperti kasus suami-istri tersebut ? Sang istri seumuran dengan Ana.

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم

(Disampaikan oleh admin BiAS T09 G-13)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Pertama :
Zina merupakan salah-satu dosa paling besar dan terburuk di sisi Allāh, Allāh berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا ( الإسراء : ۳۲ )

Dan janganlah kamu mendekati zina, karena (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan paling buruk. (QS Al-isra : 32)

Maka wajib bagi orang yang melakukan zina, untuk segera bertaubat kepada Allāh, dan benar – benar menyesali apa yang telah dia lakukan sebelum datang hari pembalasan dari Allāh.

Kedua :
Apabila seorang suami telah mengucapkan kata cerai kepada istrinya, maka jatuhlah cerai tersebut kepada seorang istri, dan istri langsung masuk ke dalam masa ‘iddah. Dan masih boleh bagi seorang suami untuk merujuk istrinya tersebut dalam masa ‘iddah, selama bukan talaq tiga.

Untuk menyelesaikan masalah perceraian ini lebih lanjut, silahkan untuk  mendatangi pengadilan agama, di sana terdapat hakim yang akan mempertemukan keduanya, dan memutuskan jalan terbaik untuk mereka berdua.

Terakhir :
nasihat untuk diri saya pribadi dan semua kaum muslimin dan muslimat, untuk senantiasa kembali kepada Allāh dan aturan – aturanNya, tidaklah Allāh membuat aturan kecuali untuk kemashlahatan kita.

Dengan melihat kejadian di atas, kita bisa mengambil pelajaran ketika seorang melanggar aturan Allāh, maka berantakanlah kehidupannya.

Maka, hendaknya kita kembali kepada yang Allāh firmankan:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya”
(QS An-Nur : 30-31)

Dan menutup semua pintu yang akan menjerumuskan kita kedalam perbuatan dosa.
Allahul musta’an.

 

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, 06 Dzulqodah 1440 H/ 09 Juli 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS