Cara Menghindari Hati Dan Pikiran Yang Sering Was-Was

Cara Menghindari Hati Dan Pikiran Yang Sering Was-Was

Pertanyaan

 بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagaimana apabila hati dan pikiran terus was-was dan negatif terhadap suatu hal, seperti ketakutan terhadap sesuatu yg akan terjadi di masa yang akan datang?
Bagaimana caranya menghindari itu? Saya takut jika itu teranggap doa karena sering kali muncul ketika saya berdoa.
Saya berusaha untuk selalu melawan rasa was-was, namun terus meneru muncul. Saya juga tidak berani untuk bercerita secara gamblang. Saya
sudah bertaawudz dan istigfhar, tapi rasa was-was tetap muncul.

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS T04

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Ada doa yang tepat serta menarik secara lafal dan makna yang bisa dipraktekkan;
Doa yang dicontohkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam dan dinukil oleh Imam Bukhari rahimahullah dalam Shahihnya;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

“Yaa Allah hamba berlindung kepadamu dari kesedihan dan gundah gulana, dari ketidakberdayaan dan rasa malas, dari sifat pelit dan pengecut, serta dari beratnya memikul hutang dan keburukan orang.”
(Hadists Shahih Bukhari no.6363)

Ukhti fillah, arti dari هم (hamm) dengan حزن (huzn) adalah kesedihan, sama dengan gundah gulana. Bedanya adalah, jika hamm itu kesedihan *karena* sesuatu yang belum terjadi, dan kekhawatiran untuk hal yang akan datang. Sedangkan huzn itu kesedihan *karena* hal yang sudah lampau.

Insya Allah doa ini bisa jadi salah satu solusi anti.

Selain itu tentu saja disertai sikap cerdas terhadap sekeliling dan husnudzon. Cerdas terhadap sekeliling dengan meninggalkan hal yang masih belum pasti, samar, abu-abu, atau sudah ada kecenderungan, bahkan bukti bahwa bisa berakibat buruk bagi diri sendiri dan terutama oranglain, sembari husnudzon pada Allah akan mengganti dengan yang lebih baik jika meninggalkan hal tersebut, karena barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah pun pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik dari yang kita tinggalkan itu.

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :

 Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله

Senin, 13 Rabi’ul Awwal 1438 H / 12 Desember 2016 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS