Bukan Sekedar Penghias Ruangan

Bukan Sekedar Penghias Ruangan

Bukan Sekedar Penghias Ruangan

Marilah kita bermuhasabah sejenak.
Hari-hari belakangan ini, di zaman era digital kata orang, mulai jarang kita dapati orang-orang yang meluangkan waktunya untuk membaca Al-Qur’an, Kalau tidak mau dikatakan sangat jarang. Aduhai alangkah bahagianya anak-anak di masa silam. Pada waktu ashar mereka berkumpul di surau dan langgar duduk dihadapan guru memperbaiki bacaan Al Qur’an beserta tajwidnya.
Selepas waktu maghrib, biasanya rumah-rumah keluarga muslim ramai dengan suara penghuninya yang membaca Al-Qur’an. Bapak-bapak mengajari anak-anaknya yang masih belum lancar membaca Al-Qur’an, dibantu sang ibu. Bagi anak yang sudah lancar, mereka membaca sendiri disertai tartil dan suara yang merdu. Antara satu rumah dengan yang lainnya terdengar bacaan yang bersahut-sahutan.
Sungguh, sekarang ini sulit sekali menemukan keadaan seperti ini. Dan boleh jadi tinggal cerita saja, kecuali mereka yang tetap istiqomah dengan kebiasaan yang baik ini.

Kalau mau jujur, coba kita perhatikan rumah kita sendiri, na’udzubillah akan kita dapati bahwa Al-Qur’an kini hanya menjadi penghias lemari ruang tamu. Dipajang dalam keadaan lusuh dan kotor, tertutupi oleh debu, karena jarang dipegang, apalagi dibaca pemiliknya.
Pantasnya kita sebagai muslim merasa malu dan prihatin. Al-Qur’an kini sudah tergantikan oleh kotak ajaib, smart phone namanya, game online pubg dan legend telah menjamur dan mendominasi di dunia ramaja, bahkan pria dewasa sekalipun tak ketinggalan dengan dengan gaya ini yang lagi ngetrend, sampai dikabarkan di beberapa wilayah negeri kita ini, ada yang stress ketika sehari saja tidak berinteraksi dengan gadget ini, Seakan tidak ada waktu lagi untuk membaca dan mentadaburi ayat-ayat-Nya yang mulia.

Benarlah Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi  wasallam ketika beliau mengadu kepada Allah Azza wa Jalla tentang keadaan ini yang dilakukan oleh kaum musyrikin sebagaimana tertuang dalam firman-Nya :

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Berkatalah Rasul, “Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan al-Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan.”
(QS. Al-Furqan/25: 30)

Menjadi Manusia Terbaik

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memberitahukan mengenai manusia terbaik di antara umatnya, beliau berkata ;

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari, no. 4639).

Dalam hadits yang lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memotivasi umatnya untuk senantiasa membaca Al-Qur’an, Beliau bersabda ;

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

Bacalah Al-Qur’an karena nanti ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafa’at bagi pembacanya.” (HR. Muslim, no. 1337).

Bersanding Dengan Malaikat

Pernahkah kita berangan-angan untuk bersanding bersama malaikat?
Hal ini bisa terwujud apabila kita pandai dalam membaca Al-Qur’an. Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam memberikan kabar gembira bagi orang yang pandai membaca Al-Qur’an, serta bagi orang yang masih kesulitan membacanya.
Cermatilah hadits yang diriwayatkan oleh ibunda Aisyah radhiallahu ’anha berikut ini, bahwasanya  nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda ;

الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ

Orang yang pandai dalam Al-Qur’an akan bersama dengan para malaikat yang mulia lagi taat, dan siapa yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan maka baginya dua pahala.”
(HR. Muslim, no. 244).

Setelah membaca keutamaan-keutamaan yang tertera dalam hadits-hadits yang disabdakan oleh baginda nabi Muhammad Shallallahu ’alaihi wasallam, akankah kita masih terus mengesampingkan Al-Qur’an dibanding permainan dan bacaan-bacaan lain?
Masihkah kita terus membiarkan Al-Qur’an tergeletak dan terpajang rapi di rak ruang tamu, tanpa pernah terbaca?
Semoga saja tidak. Dan Dialah Allah Ta’ala yang memberikan taufiq-Nya  kepada hamba-hamba terpilih.

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)



Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS