Buah Semangka Kesukaan Nabi

Buah Semangka Kesukaan Nabi

Pertanyaan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, mau tanya tentang buah semangka. Apakah benar semangka salah satu buah yang Rasulullah gemari?

Mohon jawabannya, syukron katsiron wa Jazakallahu khairan

(Fulanah di Bumi Allah Anggota Grup WA Bimbingan Islam T06 G-47)

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Wallahu a’lam kami belum mengetahui apakah beliau gemar terhadap semangka ataukah tidak. Namun di sana ada riwayat yang menyebutkan beliau pernah memakannya bersama dengan kurma. Dan pernah memakan tentu tidak mengharuskan bahwa seseorang menggemarinya,

عَنْ أم المؤمنين عَائِشَةَ رضي الله عنها : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْكُلُ البِطِّيخَ بِالرُّطَبِ

“Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memakan semangka dengan kurma.” (HR Tirmidzi 1843 dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi).

Hanya saja yng perlu kita perhatikan adalah, dalil-dalil yang menjelaskan keutamaan semangka tidak aada yang shahih, Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata :

لا يصح في فضل البطيخ شيء إلا أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يأكله

“Tidak sahih adanya riwayat tentang keutamaan semangka sedikitpun. Hanya saja Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memakannya.” (Al-Manarul Munif : 130).

Demikian pula Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah menyatakan :

في البطيخ عدة أحاديث لا يصح منها شيء غير هذا الحديث الواحد

“Dalam kasus semangka banyak terdapat hadits namun tidak ada yang shahih sedikitpun melainkan satu hadits ini saja.” (Zadul Ma’ad : 4/263).

Sumber : Fatawa Islamqa no. 184563

Dan para ulama berselisih pendapat tentang semangka jenis apa yang pernah dimakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ini, apakah ia semangka yang berwarna kuning ataukah hijau.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah merajihkan yang hijau beliau berkata :

وأما البطيخ فقد كانوا يأكلون البطيخ، لكن المشهور عندهم كان البطيخ الأخضر … وأما أكل البطيخ بالرطب فهو كأكل القثاء بالرطب والحديث بذلك أصح، والمراد به حلاوة هذا ورطوبة هذا، وكان أحب الشراب إليه الحلو البارد، فهذا بيان أكل البطيخ الأخضر بالرطب أو التمر، فأما أكله بالرطب الأصفر فلا أصل له لا من نص ولا قياس

“Adapun semangka dahulu mereka memakannya, akan tetapi semangka yang masyhur di masa mereka adalah semangka hijau ….. Adapun memakan semangka dengan kurma maka ia sama statusnya dengan memakan timun dengan kurma dan hadits tentang hal itu shahih.

Maksudnya adalah manisnya ini dan dinginnya ini. Dan makanan yang beliau sukai adalah yang manis lagi dingin. Inilah penjelasan tentang memakan semangka dengan kurma atau dengan kurma kering. Adapun makan kurma dengan semangka kuning maka tidak ada asalnya baik dari sisi dalil maupun akal.” (Majmu’ Fatawa : 32/212-213).

Imam Ibnu Muflih rahimahullah juga menyatakan :

والمراد بالبطيخ في هذا البطيخ الأخضر وهو بارد رطب في الثانية

“Yang dimaksud dengan semangka di sini adalah semangka hijau ia memiliki sifat dingin dan basah pada tingkatan kedua.” (Al-Adab Asy-Syar’iyyah : 2/269).

Pendapat ini pula yang dikuatkan oleh Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah sebagaimana beliau nyatakan di dalam kitab Silsilah Ahadits Ash-Shahihah : 1/127).

Meski demikian kami tetap menyampaikan bahwa masalah ini diperselisihkan oleh para ulama sebagian mereka menguatkan bahwa uyang dimaksud dalam hadits tersebut adalah semangka kuning.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al Bayati , حفظه الله

Tanya Jawab
Grup Admin Bimbingan Islam  T06 G-47

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS