Opening WAG BIAS
FiqihKonsultasi

Bolehkah Wanita Shalat Dengan Rambut Terikat?

Bolehkah Wanita Shalat Dengan Rambut Terikat?

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Afwan ana mau tanya, apa hukumnya seorang wanita yang sholat dengan rambut terikat/terkuncir?
Mohon jelaskan beserta dalil.
Jazakallahu khair

(Disampaikan oleh Luxmanul Hakim di Kudus Admin BiAS N06)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Pertama : Tidak mengapa seorang wanita muslimah mengikat rambutnya tatkala shalat selama rambut tersebut tidak tersingkap dan terlihat. Disebutkan dalam salah satu fatwa :

فإذا صلت المرأة وهي لافة شعرها فوق رأسها على هيئة ما يُسمى بالكعكة فإن صلاتها صحيحة, بشرط أن يكون الشعر مستورًا؛ لأن شعر المرأة عورة تبطل الصلاة بظهوره

Baca Juga:  Hukum Memperingati Maulid Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Apabila seorang wanita shalat dalam keadaan ia menggulung di atas kepalanya menyerupai gelungan yang disebut ka’kah maka shalatnya sah. Dengan syarat rambut tersebut tertutup karena rambut merupakan aurat yang membuat shalat menjadi batal jika terlihat.

(Fatawa Islamweb no. 203020).

Kedua : Namun demikian kami lebih menyarankan untuk tidak mengikat rambut dengan bentuk gelungan. Akan tetapi diikat dengan model yang lain yang demikian karena sebagian ulama menganggap gelungan ini adalah merupakan ciri khas wanita kafir. Imam Ibnu Utsaimin berkata :

وأما رفع الشعر إلى أعلى ، أو جعله كعكعة فوق الرأس ، أو فرقه من الجنب ، فقد منع ذلك بعض أهل العلم ، لعلة التشبه بالكافرات ، ومنهم من أدخل ” الكعكعة” في الذم الوارد في قوله صلى الله عليه وسلم : ” صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رؤوسهن كأسنة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا “

Baca Juga:  Hukum Membaca Istighfar Saat Shalat

“Adapun mengangkat rambut ke arah atas atau dijadikan gelungan di atas kepala dan sisanya di sisi samping kepala. Maka sebagian ulama melarangnya karena alasan menyerupai wanita-wanita kafir dan sebagian lagi menyatakan bahwa gelungan ini termasuk ke dalam sesuatu yang dicela oleh Nabi di dalam hadits ;

Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu (1) Suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka mencambuk manusia dengannya. Dan (2) wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, ia berjalan berlenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya) dan rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong.
Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium aroma Surga, padahal sesungguhnya aroma Surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.’”

Baca Juga:  Hukum Bekerja Sebagai Tukang Ojek

(HR Muslim : 2128).

Wallohu A’lam
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayaty حفظه الله تعالى
📆 Senin , 25 Rajab 1440 H/ 01 April 2019

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV
Back to top button