Bolehkah Wanita Dalam Masa Iddah Keluar Rumah Untuk Keperluan Tertentu bimbingan islam
Bolehkah Wanita Dalam Masa Iddah Keluar Rumah Untuk Keperluan Tertentu bimbingan islam

Bolehkah Wanita Dalam Masa Iddah Keluar Rumah Untuk Keperluan Tertentu?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang bolehkah wanita dalam masa iddah keluar rumah untuk keperluan tertentu?
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Ustadz dan tim Bimbingan Islam beserta keluarga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Saya ingin bertanya.
Bagaimana hukumnya seorang istri yang mengurusi surat kematian dan administrasi-administrasi lainnya serta pergi bekerja saat masih masa iddah karena ditinggal mati oleh suaminya?
Jadi… bolehkah wanita dalam masa iddah keluar rumah untuk keperluan tertentu ustadz?

Baca:  Batasan Keringanan Perkataan Dusta

(Disampaikan Fulan di media sosial bimbingan islam)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Pada dasarnya wanita yang menjalani masa iddah karena ditinggal wafat suami tetap berada di rumah suaminya dan tidak keluar tanpa ada keperluan hingga selesai masa iddahnya yaitu 4 bulan sepuluh hari. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا

“Orang-orang yang meninggal dunia di antara kamu dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari.”
(Qs. Al Baqarah: 234)

Baca:  Hukum Jual Beli Dengan Pelaku Riba dan Pencuri, Apakah Beda?

Demikian pula tidak boleh mengenakan pakaian yang indah (bahkan ia mengenakan pakaian biasa dan menutup auratnya), tidak berhias, tidak mengenakan wewangian, tidak memakai perhiasan emas atau perak, tidak memakai inai, dan tidak bercelak.

Akan tetapi jika ada kebutuhan, karena tidak ada yang mengurus atau membantunya, seperti mengurus surat kematian dan administrasi lainnya, atau ia keluar bekerja untuk mencukupi kebutuhannya, atau berjual-beli di pasar, maka tidak mengapa, namun setelah selesai urusannya, ia segera kembali ke rumahnya. Walahu a’lam.

Wa billahit taufiq wa shallallahu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Marwan Hadidi, M.Pd.I

Baca:  Primbon Jawa (Ngitung Weton) Sebelum Menikah

Referensi: fatwa Syaikh Bin Baz حكم خروج المعتدة إلى العمل
Fatwa Islamweb حكم خروج المعتدة للفسحة والنزهة

Wallahu a’lam.
Wa billahit taufiq wa shallallahu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Marwan Hadidi, M.Pd.I حفظه الله
Jum’at, 13 Rabiul Awwal 1442 H/ 30 Oktober 2020 M



Ustadz Marwan Hadidi, M.Pd.I حفظه الله
Beliau adalah Alumni STAI Siliwangi Bandung & Pascasarjana di Universitas Islam Jakarta jurusan PAI.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Marwan Hadidi, M.PD.I حفظه الله  
klik disini