FiqihIbadahRamadhan

Bolehkah Shalat Tahajud Lagi Setelah Tarawih?

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Bolehkah Shalat Tahajud Lagi Setelah Tarawih?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut pembahasan tentang bolehkah shalat tahajud lagi setelah tarawih? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Apabila sesudah shalat tarawih kemudian dilanjutkan dengan shalat witir apakah masih diperbolehkan untuk shalat tahajud?

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Sebagian para ulama mencukupkan hanya dengan shalat tarawih 11 rakaat dan tidak perlu ditambah shalat malam, karena berpegang dengan riwayat yang menyatakan sifat shalat malamnya Rasulullah, di antaranya dengan hadist Aisyah yang menyatakan bahwa shalat malam Rasulullah (), baik di dalam atau di luar Ramadan tidaklah lebih dari 11 rakaat. Ulama lain berbeda pendapat, yang menyatakan bahwa jumlah rakaat shalat malam tidaklah terbatas dan melihat bahwa shalat malam dan shalat tarawih hakikatnya adalah satu kesatuan, dan bilangan shalat tersebut tidaklah terbatas hanya 11 atau 13 rakaat saja, bisa dilakukan lebih dari itu. Di antara dalilnya sebagaimana keumuman hadist Ibnu Umar sebagaimana riwayat berikut, “

وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاقَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى , فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحِ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً , تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى ( مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)”

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sholat malam itu dua-dua, maka bila seorang di antara kamu takut telah datang waktu Shubuh hendaknya ia sholat satu rakaat untuk mengganjilkan sholat yang telah ia lakukan.” Muttafaq Alaihi.

Kemudian juga disebutkan dalam banyak riwayat yang menyatakan bahwa shalat malam bisa di lakukan lebih dari bilangan 11 atau 13 rakaat,

Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan, “Sesungguhnya shalat malam tidak memiliki batasan jumlah rakaat tertentu. Shalat malam adalah shalat nafilah (yang dianjurkan), termasuk amalan dan perbuatan baik. Siapa saja boleh mengerjakan sedikit rakaat. Siapa yang mau juga boleh mengerjakan banyak.” (At-Tamhid, 21:70)

Sehingga, boleh seseorang mencukupkan diri dengan shalat tarawih 8 atau 11 atau 13 rakaat, atau 23 rakaat dan diperbolehkan menambahkannya di malam hari dengan shalat tahajjud atau qiyam sebanyak 11 rakaat atau lebih. Yang terpenting tidak menjalankan shalat witir sebanyak 2 kali dalam satu malam, bila telah di lakukan witir pada shalat tarawih maka tidak perlu mengulang lagi pada malam harinya. Pendapat yang menyatakan bolehnya melakukan shalat malam dan shalat tarawih yang lebih kami ikuti, sebagaimana juga fatwa para ulama lainnya di antaranya syekh bin Baz, Syekh Shalih Fauzan dan yang lainnya. Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Rabu, 4 Ramadan 1443 H/ 6 April 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button
situs togel situs togel https://getnick.org/ toto togel https://seomex.org/ situs togel dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto situs togel situs toto situs togel bandar togel https://robo-c.ai/ http://satisfieddegree.com/ http://e-bphtb.pandeglangkab.go.id/products/