Bolehkah Memberi Nama Anak Dengan Bahasa Ibrani?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang bolehkah memberi nama anak dengan bahasa ibrani?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustadz, bolehkah memberi nama anak dalam bahasa ibrani (bahasa yahudi)?

Jazakallahu khayr wa barakallahu fik

(Disampaikan oleh Fulan, anggota grup BiAS grup G-45)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Pemberian nama dengan bahasa ibrani ini, tergantung apa maknanya?

Syariat Islam memandang pemberian nama anak bukan sekedar seremonial semata, bukan sekedar ritual pasca kelahiran, juga bukan sekedar panggilan atau pembeda bagi lainnya, bukan juga untuk saling berbangga dengan nama unik anak, dan selainnya,  tapi ada aturan yang bersifat larangan dan juga himbauan.

Baca Juga:  Bekerjasama Dengan Perusahaan Yang Memperlakukan Denda

Tolok ukurnya ada 2; Lafal dan Makna

Secara lafal kita semua diminta untuk membaguskan nama

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا ح  وحَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ دَاوُدَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي زَكَرِيَّا عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ
قَالَ أَبُو دَاوُدَ: ابْنُ أَبِى زَكَرِيَّا لَمْ يُدْرِكْ أَبَا الدَّرْدَاءِ

Telah menceritakan kepada kami Amru bin Aun ia berkata; telah mengabarkan kepada kami. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Musaddad ia berkata; telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Dawud bin Amru dari Abdulloh bin Abu Zakariya dari Abu Darda ia berkata,
“Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sejatinya pada hari kiamat kalian akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian, maka baguskanlah nama kalian”
[HR Abu Dawud 4297,  Sebagian ‘Ulama men-dhoif-kan Hadits ini karena rowi Ibnu Abu Zakariya belum pernah bertemu dengan Abu Darda]

Baca Juga:  Ini Alasan Mengapa Minyak Khas Suatu Daerah Yang Berlabel Ghaib Perlu Kita Hindari

Tekstual hadits diatas menjelaskan tentang lafal yang baik dari sebuah nama, karena dengan lafal itulah kelak kita akan dipanggil beserta nama bapak-bapak kita.

Taruh kata hadits diatas dhoif, tapi para ‘Ulama juga telah menerangkan tentang larangan memberi nama yang identik dengan kekafiran, misalnya Paus, Qorun, Fir’aun, atau public figure yang dikenal dengan syiar kekafirannya seperti penyanyi Michael Jacks*n, atau pebasket K*be Bryant, dan semisalnya.

Adapun secara makna, kita telah dilarang memberikan nama yang sifatnya berlebihan dan cacat secara Asma wa Shifat. Seperti disebutkan dalam hadits shohih,

إِنَّ أَخْنَعَ اسْمٍ عِنْدَ اللَّهِ رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الأَمْلاَكِ

“Sejatinya nama yang paling buruk disisi Alloh adalah “Malikul Amlak” (rajanya raja atau raja segala raja)”
[HR Bukhori 6206 dan Muslim 2143]

Ini maknanya sangat berlebihan karena raja sesungguhnya hanyalah Alloh sang Kholiq, tidak mungkin makhluq seperti kita pantas dipanggil dengan makna raja segala raja. Maka jangan sampai memberi nama anak kita dengan makna yang terlalu berlebihan.

Begitupula larangan untuk memberi nama dengan menyandarkan lafal hamba pada selain Alloh, seperti yang sedang viral saat ini; Vairuz Abdul Covid.
Abdu artinya hamba, Covid artinya Jenis Virus. Seharusnya setelah lafal abdu disandarkan dengan nama-nama yang ada dalam Asma’ul Husna, seperti Abdur Rozak, Abdul Matin, dan lain-lain.

Baca Juga:  Hutang Dengan Jaminan Barang Gadai

Lalu kaitannya dengan pertanyaan, bagaimana jika anak diberi nama dengan bahasa ibrani?
Hukum asalnya boleh, asalkan selamat dari kecacatan lafal dan juga makna.
Semoga Alloh mudahkan kita semua untuk berpegang teguh diatas Sunnah.

Baca juga artikel yang berkaitan dengan hal ini

Aturan Pemberian Nama Anak Menurut Islam dan Sesuai Sunnah

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Senin, 05 Sya’ban 1441 H/ 30 Maret 2020 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini