Bolehkah Makan Dengan Piring yang Digunakan Makan Oleh Non Muslim bimbingan islam
Bolehkah Makan Dengan Piring yang Digunakan Makan Oleh Non Muslim bimbingan islam

Bolehkah Makan Dengan Piring yang Digunakan Makan Oleh Non Muslim?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang bolehkah makan dengan piring yang digunakan makan oleh non muslim?
Silahkan membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga ustadz dan keluarga,

Izin bertanya ustadz, bagaimana hukumnya berkunjung ke tempat non muslim dan disuguhi makanan. Untuk makanannya mungkin halal karena pesan dengan orang muslim, namun untuk piring dan lain-lain tidak dapat dipastikan. Apakah makanan tersebut boleh dimakan ?

Jazākallāhu khayran.

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T09 G42)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal  Ikhwan wal Akhwat baarakallah fiikum Ajma’in.

Permasalahan ini sudah Nabi berikan penjelasan yang baik dan mencukupi, dalam sebuah hadits :

عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ – رضي الله عنه – قَالَ: – قُلْتُ: يَا رَسُولَ الْلَّهِ، إِنَّا بِأَرْضِ قَوْمٍ أَهْلِ كِتَابٍ، أَفَنَأْكُلُ فِي آنِيَتِهِمْ؟
قَالَ: “لَا تَأْكُلُوا فِيهَا، إِلَّا أَنْ لَا تَجِدُوا غَيْرَهَا، فَاغْسِلُوهَا، وَكُلُوا فِيهَا

Dari Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, kami berada di negeri Ahli Kitab. Apakah boleh kami makan dari wadah yang mereka gunakan?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Jangan makan dalam wadah yang mereka gunakan kecuali kalau tidak dapat wadah yang lain. Cucilah, lalu makanlah dari wadah tersebut.”
(HR. Bukhari, no. 5478, & Muslim, no. 1930).

Diantara faidah dan pelajaran yang dipetik dari hadits di atas adalah;

Tidak boleh menggunakan wadah orang kafir, kecuali jika memenuhi dua syarat: (1) tidak ada wadah yang lain, (2) dibersihkan atau dicuci terlebih dahulu.
Syarat pertama diberlakukan agar kita bersikap wara’ atau hati-hati. Sedangkan syarat kedua mesti dicuci agar kita yakin bahwa wadah tersebut benar-benar telah suci. Namun perintah mencuci di sini bukanlah wajib, namun anjuran.
Kenapa dibawa ke hukum anjuran (sunnah)? Karena dalam surat Al-Maidah ayat 5,

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۖ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ ۖ

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.”
(QS. Al Maidah : 5).

 disebutkan disini bahwa makanan ahli kitab halal bagi kita. Makanan mereka tentu saja ada pada wadah mereka.

Namun kalau wadah tersebut digunakan untuk wadah babi atau wadah minum khamar atau makanan haram lainnya, maka tetap wajib dicuci, begitu juga berlaku untuk orang musyrikin selain Yahudi dan Nasrani.
Lihat juga artikel;  Hukum Diberi Makanan Dari Non Muslim

Hukum Diberi Makanan Dari Non Muslim

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Selasa, 03 Jumadal Akhirah 1441 H/ 28 Januari 2019 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini