Bolehkah Kultum Sebelum Shalat Witir Di Bulan Ramadhan?

Bolehkah Kultum Sebelum Shalat Witir Di Bulan Ramadhan?

Bolehkah Kultum Sebelum Shalat Witir Di Bulan Ramadhan?

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Semoga ustadz dan keluarga senantiasa dalam lindungan Allaah ﷻ.

Bagaimana sikap kita ketika dimintai untuk mengisi kultum dalam sholat tarawih yang dilakukan sebelum sholat witir ?

Afwan kebiasaan itu selalu ada di daerah kami.

Mohon penjelasannya dan pencerahannya ya ustadz.

Syukron wa jazaakallaahu khairan

(Disampaikan oleh Imron M Admin N06)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Laa haula wa laa quwwata illaa billah.

Terkait kultum sebelum shalat tarawih atau sesudahnya, maka ini terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama,
akan tetapi, saya ingin menerjemahkan fatwa yang ada dalam link berikut ini :

https://islamqa.info/ar/answers/38025/القاء-كلمة-بعد-اربع-ركعات-من-صلاة-التراويح

Dan setelah membaca fatwa tersebut, silahkan penanya untuk mengambil sikap, yang menurutnya lebih kuat dalam keilmiyahannya.

السؤال
هو ما حكم الشرع في الدرس الذي يكون بعد الركعات الأربع في صلاة التراويح ؟ .

Soal : Apa hukum syariat terkait pelajaran yang disampaikan setiap selesai 4 rakaat dalam shalat tarawih ?

نص الجواب


Jawaban :

الحمد لله
Alhamdulillah,

الدرس الذي يلقيه بعض الأئمة والوعاظ بين ركعات صلاة التراويح لا بأس به إن شاء الله ، والأحسن أن لا يداوَم عليه ، خشية أن يعتقد الناس أنه جزء من الصلاة ، وخشية من اعتقادهم وجوبه حتى إنهم قد ينكرون على من لم يفعله .

Pelajaran yang disampaikan oleh para imam shalat atau para penceramah yang dilakukan diantara rakaat-rakaat shalat tarawih, hal tersebut tidak mengapa, InsyaAllah,

Namun yang baik, memang seharusnya tidak usah dirutinkan, ditakutkan, orang-orang akan beranggapan bahwa itu adalah bagian dari shalat tarawih itu sendiri, dan ditakutkan mereka akan menyangka kultum atau pelajaran saat shalat tarawih itu adalah wajib, sehingga mereka akan mengingkari masjid yang tidak ada kultumnya,

وللإمام أو للمدرس والواعظ أن ينبه الناس على ما يتيسر من أحكام الشرع وخاصة مما يحتاجونه في هذا الشهر من مسائل على أن يتركه أحياناً لما سبق ذكره .

Bagi imam atau guru atau penceramah boleh untuk mengingatkan manusia dengan apa yang mudah baginya terkait hukum-hukum syariat, terutama hukum-hukum yang diperlukan pada bulan ramadhan, dengan anjuran untuk terkadang tidak usah diadakan kultum.

ولا شك أن مثل هذه الكلمات والمواعظ أنفع من الخروج أو من الحديث الدنيوي ورفع الصوت وخير من الذكر المبتدع الذي يحدثه بعض الأئمة بعد الأربع ركعات .

Dan tentu pelajaran atau kultum semisal itu lebih bermanfaat dari pada mereka keluar untuk ngobrol masalah dunia, atau mengangkat suara (dalam hal-hal yang sia-sia) dan tentu kultum atau yang semisalnya tersebut lebih baik dari pada dzikir yang bid’ah, yang dibuat-buat oleh sebagian imam setelah empat rakaat shalat.

قال الشيخ عبد الله الجبرين :

Syaikh Abdullah Al-Jibrin berkata :

… وحيث إنَّ الناس في هذه الأزمنة يخففون الصلاة ، فيفعلونها في ساعة أو أقل : فإنه لا حاجة بهم إلى هذه الاستراحة ، حيث لا يجدون تعباً ولا مشقة ، لكن إن فصل بعض الأئمة بين ركعات التراويح بجلوس ، أو وقفة يسيرة للاستجمام ، أو الارتياح : فالأولى قطع هذا الجلوس بنصيحة أو تذكير ، أو قراءة في كتاب مفيد ، أو تفسير آية يمرّ بها القارئ ، أو موعظة ، أو ذكر حكم من الأحكام ، حتى لا يخرجوا أو لا يملّوا ، والله أعلم .

Dan karena orang-orang sekarang melakukan shalat tarawihnya ada yang satu jam, atau kadang ada yang kurang, maka mereka sebenarnya tidak butuh istirahat lagi, karena mereka tidak capek atau lelah.

Akan tetapi jika sebagian imam duduk sebentar untuk istirahat, atau untuk menyampaikan waqfah (semisal : kultum), maka yang lebih utama beristirahat sambil memberikan nasihat atau peringatan, atau membaca kitab yang bermanfaat, atau membaca tafsir ayat yang dibaca imam tadi, atau kultum (mau’idhah), atau permasalahan fiqih, sehingga mereka tidak perlu keluar dari masjid atau bosan dengan shalatnya,

 

ة في المسائل الرمضانية ” ( السؤال الثاني ) .

Kitab : “Jawaban-jawaban terkait permasalahan ramadhan” soal kedua.

Wallohu A’lam
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc حفظه الله تعالى
📆 Selasa , 24 Sya’ban 1440 H/ 30 April 2019

CATEGORIES
Share This

COMMENTS