Bisakah Harta Riba Halal Dan Bagaimana Penyalurannya?

Bisakah Harta Riba Halal Dan Bagaimana Penyalurannya?

Bisakah Harta Riba Halal Dan Bagaimana Penyalurannya?

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Benarkah harta riba kalau sudah pindah tangan menjadi halal? misal disumbangkan untuk membangun fasilitas umum.

Sebenarnya siapa saja yang boleh menerima harta riba selain untuk fasilitas umum tersebut?

Jazakumullah khairan

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

(Ditanyakan oleh Sahabat BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Lajnah Daimah pernah memberikan solusi bagi uang riba untuk kepada orang-orang faqir?

ما أخذته من الفوائد قبل العلم بتحريمها فنرجو أن يعفو الله عنك في ذلك ، وأما ما بعد العلم فالواجب عليك التخلص منه وإنفاقه في وجوه البر : كالصدقة على الفقراء والمجاهدين في سبيل الله مع التوبة إلى الله سبحانه من المعاملة بالربا بعد العلم

Apa yang kamu ambil dari bunga bank sebelum mengetahui bahwa riba itu haram, diharapkan akan Allah ampuni.

Adapun setelah mengetahui keharamannya, maka wajib untuk berlepas diri darinya dan tidak memakainya untuk kepentingan pribadi, namun boleh untuk diberikan kejalan kebaikan seperti : sedekah kepada orang-orang faqir miskin, orang-orang yang berjihad, dan orang yang memiliki uang riba tersebut harus selalu bertaubat kepada Allah Ta’ala, dan menjauhi muamalah yang mengandung riba.

Potongan dari komisi fatwa saudi arabia jilid 13 hal 352

Kemudian tentang harta haram yang telah berpindah tangan maka itu menjadi halal.

Itu benar, dan itulah keyakinan kami berdasarkan hadits barirah (budak Aisyah).

Dahulu, Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam dilarang untuk memakan shadaqah, akan tetapi suatu saat budak Ibunda Aisyah rhadiyallahu ‘anha mendapatkan sedekah daging dari orang lain. Dan akhirnya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam memakan daging tersebut. Dan saat itu beliau mengatakan :

هُوَ عَلَيْهَا صَدَقَةٌ، وَهُوَ لَنَا هَدِيَّةٌ

Daging itu baginya (barirah) memang sedekah, akan tetapi ketika barirah memberikan kepada kita menjadi hadiyah. HR. Al-Bukhari 1495 dan 5097 dan Muslim 1075, 1504,

Apalagi jika sudah melalui jual beli, jika pembeli kita adalah pengusaha riba, lalu melakukan jual beli dengannya, maka harta pun menjadi halal, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam juga bermuamalah dengan non muslim, termasuk kaum yahudi saat itu.

Bahkan beliau meninggal dalam keadaan baju besi beliau tergadaikan ditempat seorang yahudi.

Wallohu A’lam
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc,
📆 Selasa, 21 Jumada al-Akhirah 1440H / 26 Februari 2019M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS